Berita Sleman Hari Ini

Pemkab Sleman Berencana Bangun Taman Bunga dengan Anggaran Rp 1 Miliar

Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana mempercantik wajah Bumi Sembada dengan membangun Taman Bunga.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Ahmad Syarifudin
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman Ephiphana Kristiyani 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berencana mempercantik wajah Bumi Sembada dengan membangun Taman Bunga.

Konsepnya sebagai tempat tujuan wisata, pembelajaran dan sekaligus pelestarian.

Taman Bunga dengan estimasi anggaran Rp 1 miliar ini ditarget dapat terealisasi pada tahun 2023.

"Kita ingin membangun taman bunga untuk memberitahu ke warga bahwa kita punya flora dan fauna identitas. Taman ini, nanti untuk edukasi masyarakat, supaya tidak lupa dengan itu. Nantinya, ada juga area komersil untuk tujuan wisata," kata Kepala Dinas DLH Sleman, Ephiphana Kristiyanti, Jumat (8/4/2022). 

Baca juga: Polresta Yogyakarta Imbau Warga Tak Main Hakim Sendiri Jika Meringkus Pelaku Kejahatan Jalanan

Menurutnya, ide taman bunga ini mengambil konsep seperti Taman Bunga Celosia di Bandungan.

Tetapi bunga yang ditanam nantinya beragam. Fungsinya sebagai ruang terbuka hijau maupun tempat pelestarian.

Rencananya, sebagai tempat pelestarian akan ditanam beragam flora-fauna endemik khas bumi sembada.

Di antaranya seperti salak pondoh, burung punglor. Kemudian ditanam juga pohon mlati yang saat ini diakuinya sudah semakin berkurang.

Lalu, dimanfaatkan juga untuk pelestarian tanaman khas lereng Gunung Merapi seperti Gaharu, Pakis Merapi, Sarangan, Vanda Tricolor maupun Pisang Merapi. 

"Merapi setiap 4 tahun sekali ini kan erupsi, kita kehilangan banyak tanaman. Nah, kita ambil dan lestarikan di taman bunga itu," kata Ephiphana. 

Lebih lanjut, Mantan Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Sleman ini mengungkapkan, taman bunga yang sedang direncanakan dibangun ini juga nantinya dilengkapi dengan spot UMKM.

Kemudian menanam tanaman yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, misalnya nangka.

Informasi yang diterima, kata dia, penjual gudeg di Kabupaten Sleman banyak yang membeli nangka muda tidak dari Sleman. Melainkan dibeli dari Purworejo maupun Jawa Barat. 

Karenanya, Ia berfikiran untuk menanam nangka di taman bunga. Harapannya, supaya masyarakat Sleman tidak kesulitan mencari bahan baku membuat gudeg.

Lalu tanaman indigo sebagai pewarna alami batik, tanaman mendong yang banyak ditemukan di Minggir dan Krisan yang menjadi bunga kesukaan Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo. 

Baca juga: Jumlah Kunjungan di Taman Pintar Cenderung Turun Saat Bulan Puasa

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved