Cerita Lasiadi Alami Sakit Perut Selama 3 Bulan, Setelah Dirontgen Ternyata Ada Gelas di Perutnya
Semua dibuat kaget. Sebab, di dalam perut Lasiadi terdapat sebuah gelas.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, JEMBER - Tiga bulan lamanya Nur Lasiadi (35) merasakan sakit di bagian perutnya.
Warga Dusun Rowotengu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Semboro, Kabupaten Jember, Jawa Timur tersebut terus merasakan sakit berkelanjutan.
Rasa sakitnya tak berhenti bahkan selama empat hari mengalami diare.
Rasa sakit yang tak kunjung hilang membuat Lasiadi kesulitan untuk berjalan.
Kondisi yang dialami oleh Lasiadi ini kemudian didengar oleh komunitas kemanusiaan, yang kemudian diteruskan kepada anggota DPRD Jember, Indrijati.
Sang wakil rakyat pun langsung turun tangan membantu Lasiadi dengan membawanya ke rumah sakit.
Nur Lasiadi datang ke RSUD Balung pada 28 Maret 2022 lalu.
Tim dokter kemudian melakukan foto rontgen.
Semua dibuat kaget. Sebab, di dalam perut Lasiadi terdapat sebuah gelas.
Hingga saat ini belum diketahui bagaimana gelas itu bisa masuk ke dalam perut Lasiadi.
Setelah melihat hasil foto rontgen, diputuskan untuk segera melakukan operasi.
Operasi dilakukan pada 29 Maret 2022.
Kepada SURYA.co.id, Indri membenarkan dirinya yang membantu pemeriksaan Lasiadi ke RSUD Balung.
"Saat diperiksa, dan difoto rontgen itulah diketahui ada semacam gelas, sehingga kemudian dioperasi," ujar Indrijati, politisi PDI Perjuangan Jember dikutip Tribunjogja.com dari Surya.co.id.
Setelah dioperasi, memang ternyata ada gelas di perut Lasiadi.
Gelas itu akhirnya bisa dikeluarkan.
Meskipun Lasiadi sudah menjalani operasi, dia masih tetap membutuhkan bantuan dari para dermawan.
Sebab, lelaki itu kini masih belum bekerja, dan hanya mengandalkan sang nenek untuk menghidupinya.
Baca juga: Gelas Kaca di Dalam Perut Lasiadi Berhasil Dikeluarkan Setelah 2 Jam Operasi
Baca juga: M Kece Divonis 10 Tahun Penjara Dalam Kasus Penistaan Agama, Langsung Tertunduk Lesu
Gelas Pecah di Bagian Atas
Setelah berhasil dikeluarkan dari dalam perut Lasiadi, gelas tersebut kondisinya pecah di bagian atas.
Ukurannya setinggi 15 sentimeter dan diameter bagian bawah sekitar 5 sentimeter.
Gelas bening itu berada di area rektum.
Rektum adalah bagian dari usus besar yang berada di bagian akhir, mengarah ke anus untuk sisa saluran makanan.
Kondisi Lasiadi
Saat ini, kondisi Lasiadi lemah dan hanya terbaring di dipan sederhana yang ada di kamar rumahnya.
Tubuhnya kurus, dengan tulang yang terlihat menonjol. Ini terjadi setelah Lasiadi sakit selama tiga bulan terakhir.
"Saya juga tidak tahu sakitnya apa, ada gelas di perut saya," ujar Lasiadi, Rabu (6/4/2022).
Lasiadi merasakan sakit bermula tiga bulan lalu. Perutnya kerap sakit yang disertai demam.
Ketika itu, Lasiadi masih bekerja di sebuah tempat usaha pembuatan roti di Kecamatan Tanggul.
Sakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh, selama berhari-hari hingga akhirnya dia berhenti kerja.
"Sakit perut, terus mencret. Saya periksakan ke mantri saja," ujarnya.
Apa yang dimakan oleh Lasiadi, langsung dikeluarkan alias diare.
Obat yang dikonsumsi dari pemberian tenaga kesehatan tak kunjung membuatnya sembuh.
Sakit berbulan-bulan membuat Lasiadi kurus kering, dan tidak bisa beraktivitas banyak.
Kondisi Lasiadi yang memprihatinkan membuat tetangganya prihatin.
Karena Lasiadi tinggal bersama sang nenek, yang hanya bekerja mencari sisa hasil panen, atau memulung, warga sekitar membantu dengan mencari donasi melalui media sosial.
Penjelasan pihak RSUD Balung
Lalu apa penjelasan pihak rumah sakit atas masuknya sebuah gelas di perut seorang manusia?
Penjelasan disampaikan oleh Humas RSUD Balung, dr Doddy Radhi Sakti melalui sambungan telepon kepada wartawan.
Dalam istilah anatomi tubuh, gelas di badan Lasiadi tidak berada di perut, namun berada di area Rektum.
Rektum adalah bagian dari usus besar yang berada di bagian akhir, mengarah ke anus untuk sisa saluran makanan.
"Iya memang ditemukan gelas dari hasil pemeriksaan rontgen. Gelas di bagian rektum," ujar Doddy.
Dokter melakukan pemeriksaan melalui foto rontgen, juga wawancara kepada pasien.
"Tidak ada pengakuan dari pasien, bagaimana benda itu bisa masuk," ujar Doddy.
Namun dari analisa dokter, gelas itu bisa masuk ke area Rektum dari anus.
"Bisa masuk melalui anus, kalau dari sisi kedokteran. Namun tidak ada pengakuan dari pasien. Untuk keluhan sekitar tiga bulan. Kami tidak berani memastikan berapa lama benda itu sudah ada di sana," imbuhnya.
Operasi pengambilan benda asing dalam tubuh itu membutuhkan waktu sekitar dua jam.
"Untuk operasinya dua jam selesai. Dan memang ada gelas. Untuk pecahan kaca gelas tidak ada di dalam rektum. Gelasnya utuh," imbuhnya.
Gelas yang dikeluarkan dari bagian rektum itu diserahkan ke pasien.
Gelas itu berwarna putih, dengan bibir gelasnya cuwil alias pecah sedikit.
Tindakan operasi terhadap Lasiadi berjalan lancar.
Kini selanjutnya dia hanya menjalani rawat jalan untuk memeriksakan kondisinya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gelas-kaca-di-perut.jpg)