Berita Olahraga Hari Ini

Aturan Jumlah Minimal Atlet Porda DIY Sudah Disepakati

Aturan mengenai jumlah minimal atlet di setiap nomor cabor yang tampil di Porda DIY sudah disetujui dan ditetapkan beberapa tahun silam.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil Ketua II Komite Olahraga Nasional Indonesia ( KONI ) DI Yogyakarta , Pramana mengatakan aturan mengenai jumlah minimal atlet di setiap nomor cabor yang tampil di Pekan Olahraga Daerah ( Porda ) DIY sudah disetujui dan ditetapkan beberapa tahun silam.

Untuk diketahui aturan yang tercantum pada pasal 7 peraturan umum Porda DIY, mengatakan cabang olahraga perorangan dapat dipertandingkandan/atau diperlombakan dalam Porda DIY apabila diikuti sekurang-kurangnya 4 (empat) atlet yang berasal dari tiga peserta KONI Kabupaten/kota.

Sebelumnya aturan itu sempat dipermasalahkan lantaran membuat atlet dari satu nomor cabor tidak bisa bertanding lantaran hanya kuota atlet dari kabupaten kota tidak terpenuhi.

"Karena Porda adalah ajang multi event, maka pesertanya adalah KONI kabupaten/kota, dan aturan ini sudah dibahas dan disetujui bersama oleh 5 KONI kabupaten/kota se-DIY. Jadi, aturan tersebut adalah keputusan bersama. Bahkan, untuk aturan ini, sebenarnya juga sudah diterapkan sejak tahun 2017 silam saat Porda di Bantul,” kata kepada wartawan Selasa (5/4/2022).

Baca juga: Porda XVI DIY 2022 Tetap Tandingkan 484 Nomor dan Merebutkan 494 Medali Emas

Pramana menjelaskan kalau aturan tersebut merupakan revisi yang sempat diterapkan Porda DIY di Kulon Progo tahun 2015 silam.

Kala itu aturan kuota minimal atlet dan daerah sebanyak empat atlet dari empat daerah.

“Pada saat diterapkan aturan itu nomor yang ditandingkan berkurang jauh jika dibandingkan Porda di Gunungkidul (2013). Menyusutnya sekitar 100 nomor. Makanya sebelum Porda DIY di Bantul tahun 2017, aturannya dirubah jadi minimal 4 atlet dari 3 daerah,” jelasnya.

Kendati begitu pihak KONI DIY siap untuk berdiskusi dengan berbagai pihak untuk membahas peraturan tersebut, apabila sampai saat ini masih banyak dipersoalkan,

“Selama ini juga tidak ada masukan secara resmi terkait keinginan itu dari Pengda cabor, baik itu di Rapat Kerja Daerah (Rakerda) atau di agenda resmi lainnya,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketum KONI DIY , Djoko Pekik Irianto menerangkan aturan yang diterapkan saat ini cukup ideal untuk menjaga nilai kompetitif, sehingga ajang kejuaraannya berkualitas.

Baca juga: Entry by Number Porda DIY 2022 Diundur, KONI Bantul Kirimkan Surat Keberatan ke KONI DIY

"Kalau ada pengurangannya lagi jadi 3 atlet dua daerah sebetulnya kualitas dari Porda DIY bisa menurun," ujarnya.

Di sisi lain, jumlah nomor di Porda DIY tahun ini meningkat dari edisi sebelumnya.

Jika Porda XV DIY 2019 silam ada 455 nomor, tahun ini akan ada 484 nomor yang bertanding dan berlomba.

Dengan hanya ada satu tambahan cabor baru yakni hapkido yang akan menandingkan 10 nomor, maka setidaknya ada 19 nomor dari cabor lama yang menambah persaingan perburuan medali di Porda tahun ini. 

“Salah satu yang membanggakan adalah bisa dimainkannya nomor renang indah pada Porda tahun ini. Karena selama ini cabor akuatik identik dengan renang lintasan saja,” pungkas ia.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved