Perang Rusia Ukraina

Rusia Akan Serang Negara-negara Anggota NATO Jika . . .

Peskov menyebut pemusatan pasukan NATO di dekat perbatasan Rusia, serta kemungkinan masuknya Ukraina ke aliansi, sebagai hal yang mengkhawatirkan.

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
AFP/NIKOLSKY
Presiden Rusia Vladimir Putin 

TRIBUNJOGJA.COM - Rusia tidak berencana menyerang negara-negara anggota NATO atau melakukan serangan ke wilayah mereka.

Namun langkah tersebut akan diambil jika negara yang dipimpin Vladimir Putin ‘dipaksa’ melakukannya.

Pernyataan itu disampaikan oleh sekretaris pers presiden Rusia, Dmitry Peskov kepada televisi AS PBS, dikutip Tribun Jogja dari kantor berita nonpemerintah Rusia, Interfax.

"Kami tidak bisa memikirkan itu dan kami tidak memikirkan itu (menyerang NATO), kecuali itu sebagai tindakan balasan, jika mereka tidak memaksa kami melakukan itu," kata Peskov.

Peskov menyebut pemusatan pasukan NATO di dekat perbatasan Rusia, serta kemungkinan masuknya Ukraina ke aliansi, sebagai hal yang mengkhawatirkan.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov. (MAXIM SHEMETOV / POOL / AFP)

“Namun, NATO terus melanjutkan ini sembari tersenyum dan mengancam keamanan Rusia, bahkan sebelum Rusia memulai operasi khusus di Ukraina,” katanya.

Menurut Peskov, NATO (North Atlantic Treaty Organization) atau Pakta Pertahanan Atlantik Utara bukanlah sebuah organisasi yang bersifat kooperatif.

"NATO bukan organisasi kerja sama dan bukan organisasi keamanan, mereka adalah organisasi konfrontasi," katanya.

Sekretaris pers presiden Vladimir Putin kemudian menggambarkan apa yang saat ini dirasakan di Rusia.

“Rusia telah berada dalam situasi perang, mengingat ekonomi dan perdagangan global, dan harus beradaptasi dengan situasi ini,” katanya.

"Kondisi itu sangat tidak bersahabat dan seperti musuh bagi kami. Kami di Rusia merasa berada di tengah perang," kata Peskov,.

Ia juga mengklaim bahwa ini adalah akibat tindakan Barat yang dapat disebut sebagai perang perdagangan dan perang ekonomi melawan Rusia.

Apa komentar NATO?

Pengambilan gambar ini diambil dari sebuah video yang dipublikasikan di akun twitter Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 7 Januari 2021 menunjukkan Presiden Prancis sedang menyampaikan pidato setelah pendukung Presiden AS Donald Trump menyerbu Capitol AS. Pemimpin Prancis Emmanuel Macron mengatakan:
Pengambilan gambar ini diambil dari sebuah video yang dipublikasikan di akun twitter Presiden Prancis Emmanuel Macron pada 7 Januari 2021 menunjukkan Presiden Prancis sedang menyampaikan pidato setelah pendukung Presiden AS Donald Trump menyerbu Capitol AS. Pemimpin Prancis Emmanuel Macron mengatakan: "Kami tidak akan menyerah pada kekerasan beberapa orang yang ingin mempertanyakan" demokrasi setelah pendukung Donald Trump melanggar Capitol AS beberapa jam sebelumnya. (EMMANUEL MACRON / TWITTER / AFP)

Sementara itu, sekutu NATO mencoba tida menghindari komentar Biden yang menyebut bahwa Putin tidak boleh tetap berkuasa di Rusia.

Sekutu kunci NATO angkat bicara akhir pekan ini untuk tidak menanggapi apa yang ditafsirkan sebagai seruan Presiden Biden untuk perubahan rezim di Rusia.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved