Berita Sleman Hari Ini

PPKM Sleman Turun Level, Wabup Minta Masyarakat Tetap Disiplin Prokes

Meski sudah turun level, Wakil Bupati Kabupaten Sleman , Danang Maharsa meminta masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan. 

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Ist
Danang Maharsa, Wakil Bupati Sleman 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) Kabupaten Sleman turun level dari level IV menjadi level III.

Meski sudah turun level, Wakil Bupati Kabupaten Sleman , Danang Maharsa meminta masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan. 

"Yang pertama kami bersyukur PPKM turun dari level IV ke III. Tapi seperti yang kita ketahui bersama, Covid-19 ini belum berakhir. Kami tekankan pada masyarakat untuk tetap disiplin prokes, pakai masker itu tidak boleh lupa,"katanya, Selasa (22/03/2022).

Baca juga: 12 Pasien Covid-19 di Sleman Meninggal Dunia Saat Isoman

Danang menerangkan saat ini Pemerintah Kabupaten Sleman tengah menggencarkan vaksinasi booster.

Mulai 17-27 Maret ini, Pemkab Sleman menggelar vaksinasi massal di setiap kapanewon. 

Ia berharap warga Sleman yang belum menerima vaksin booster untuk segera memanfaatkan vaksinasi massal tersebut. 

"Ayo segera vaksin, mulai 17-27 Maret setiap kapanewon ada vaksinasi booster. Kami mempermudah layanan dengan mendekatkan diri, sehingga masyarakat lebih mudah mengakses,"terangnya. 

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Sleman , Makwan mengungkapkan kasus Covid-19 di Kabupaten Sleman mulai turun.

Baca juga: Sasar hingga Kalurahan, Animo Warga Sleman Ikut Vaksin Booster Disebut Meningkat 

Namum demikian penambahan kasus setiap harinya masih di atas 100.

Ia menyebut kondisi isolasi terpadu Kabupaten Sleman terkendali, sebab mayoritas pasien Covid-19 menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

"Kasusnya sudah mulai melandai, kebanyakan menjalani isolasi mandiri. Karena kan sekarang masyarakat sudah pintar, sudah tahu bagaimana melaksanakan isoman agar tidak terjadi penularan,"ungkapnya.

Saat ini tercatat ada 13 pasien yang menjalani isolasi di isoter asrama haji sedangkan Rusunawa Gemawang hanya berisi dua pasien saja. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved