Video Tersebar di Ukraina Berisi Kesaksian Pilot Rusia, Mengaku Diperintah Serang Warga Sipil
Video berisi seorang pilot Rusia itu tampak mengaku diperintahkan untuk menyerang target sipil di Ukraina
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM - Seorang pilot Rusia yang tertangkap memberikan pengakuan yang terekam dalam video di Ukraina. Video berisi seorang pilot Rusia itu tampak mengaku diperintahkan untuk menyerang target sipil.
Selama konferensi pers yang disiarkan oleh Interfax Ukraina, pilot, yang menyebut namanya sebagai Maxim Krishtop, menjelaskan bagaimana dia mengetahui dan menjalankan perintahnya, sebelum ditembak jatuh pada 6 Maret dan ditangkap oleh pasukan Ukraina.
"Dalam proses menyelesaikan tugas, saya menyadari bahwa targetnya bukan fasilitas militer musuh, tetapi bangunan tempat tinggal, orang-orang yang damai,” kata dia sebagaimana dilansir Newsweek pada Jumat (11/3/2022).
"Tapi saya melaksanakan perintah pidana," kata Krishtop, seorang letnan kolonel dan wakil komandan Resimen Penerbangan ke-47, menambahkan bahwa dia ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Ukraina dan ditawan.
Dia mengklaim melakukan tiga misi pengeboman di Ukraina. Beberapa di antaranya melibatkan FAB-500, bom yang dijatuhkan dari udara era Soviet dengan hulu ledak berdaya ledak tinggi.
Pilot Meminta Pengampunan
"Saya menyadari besarnya kejahatan yang dilakukan oleh saya. Saya ingin meminta maaf kepada seluruh rakyat Ukraina atas kemalangan yang kami bawa kepada mereka," katanya.
Dia pun mengeklaim akan akan melakukan segala daya untuk mengakhiri perang ini secepat mungkin, dan membawa mereka yang bertanggung jawab atas genosida Ukraina ke pengadilan.
"Saya juga mendesak semua personel militer Federasi Rusia untuk berhenti melakukan kejahatan militer terhadap rakyat Ukraina yang damai."
Dia menyimpulkan dengan mengatakan: "Saya pikir kita telah kalah dalam perang ini."
Krishtop muncul dalam barisan tiga perwira Rusia yang diklaim Ukraina telah ditangkap dan dibawa untuk berbicara kepada media.
Moskwa menuduh Kyiv menganiaya tahanan, dan mengatakan bahwa personilnya yang secara terbuka menolak misi tersebut berbicara di bawah tekanan, klaim yang ditolak Ukraina.
Konferensi pers dilakukan di tengah banyak laporan tentang kemunduran moral di antara staf militer Rusia, dan anekdot tentang berapa banyak yang percaya bahwa mereka ditipu untuk berperang di Ukraina.
Pekan lalu, video yang belum terverifikasi menunjukkan seorang tawanan perang Rusia mengklaim bahwa militer Rusia menembak diri mereka sendiri yang terluka.
Video lain yang diedarkan oleh pihak berwenang Ukraina tampaknya menunjukkan tentara Rusia menangis menyesali kehadiran mereka dalam konflik tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Perang-Rusia-Ukraina-Penduduk-Mariupol-Berebut-Makanan-dan-BBM.jpg)