The Melting Minds Rampungkan Penggarapan Album Perdana
The Melting Minds, grup psychedelic rock asal Wonosari dalam waktu dekat bakal merilis album perdana mereka yang bertajuk 'Alternate Universe'.
Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM - The Melting Minds, grup psychedelic rock asal Wonosari dalam waktu dekat bakal merilis album perdana mereka yang bertajuk 'Alternate Universe'.
Melalui label independen Boneless Records, The Melting Minds menghadirkan gelombang musik psychedelic rock dan experimental dekade 60s-70s dengan attitude 'chaos and order', terdengar sangat berbeda dibanding dengan rata-rata band indie di Yogyakarta.
Album 'Alternate Universe' ini berisi 10 lagu, terinspirasi dari perjalanan leluhur mereka di Gunungkidul dalam melawan kejahatan, kemudian membangun tempat kecil yang baru dan damai. Berdasar cerita rakyat yang diturunkan dari generasi ke generasi.
Baca juga: Viral Kuku Penyintas Covid-19 Menyala Setelah Konsumsi Favipiravir, Ini Penjelasan Dokter RSA UGM
Dikisahkan, bahwa sang leluhur bertarung melawan astral dan berhasil memenangkan pertarungan tersebut.
Melalui album ini, Slinky Bones (gitar, vokal), Dhandy Satria (gitar, vokal), Ahmad Tubagus (gitar), Gratia Simanjuntak (drum), Wawakzk (drum), Yafet Yerubyan (synth), dan Marcellinus Yoga (bass) mengingatkan kembali bahwa kita dapat sejenak merefleksikan diri untuk melihat ke belakang.
"Bahwa kita bisa hidup dengan nilai kehidupan yang lebih baik serta kembali menyadari apa yang leluhur lakukan. Merefleksikan kembali bahwa kita bisa belajar atas sesuatu peristiwa yang pernah terjadi pada akar kita. Agar kita bisa menggali diri kita lebih dalam lagi dan bisa menemukan diri kita sendiri," terang Slinky Bones.
Dijelaskannya, album yang berisi 10 lagu ini difasilitasi suara narator perempuan dengan sudut pandang ketiga untuk menuntun pendengar ke dalam cerita.
Baca juga: Hiatus Satu Dekade, Dyani Dee Comeback dengan Lagu Cintamu Bukan Untukku
"Tepat seperti ibu yang mendongengkan cerita pada anaknya. Menuntunnya menuju dunia imajinasi sebelum terlelap. Kenapa narator karena album ini akan terbagi menjadi tiga sekuel cerita yang berkesinambungan," sambung Dhandy Satria.
Pengamat musik sekaligus penulis buku "Nice Boys Don't Write Rock N Roll", Nuran Wibisono menilai, The Melting Minds lebih dari sekadar band garage.
"Mereka (The Melting Minds) terlalu puspawarna yang tidak bisa dikerangkeng dalam satu genre musik. Dimensi musik melebar dengan banyaknya bebunyian yang mereka masukkan hampir di tiap lagu," kata Nuran.
Baca juga: Hiatus Satu Dekade, Dyani Dee Comeback dengan Lagu Cintamu Bukan Untukku
Pengamat musik lainnya yang merupakan managing editor Vice Indonesia, Ardyan M. Erlangga menilai mendengarkan musik cadas The Melting Minds bak perjalanan yang menyenangkan menuju fantasi dibalut deru rock n roll.
"Proyek psychedelic Wonosari ini percaya diri meneruskan estafet dari The Byrds, Wolfmother, hingga King Gizzard yang lebih kekinian, sembari mengoplosnya dengan sihir dan legenda Tanah Jawa," ujar dia.
"Sentuhan psychedelic yang cukup bergizi terasa padu dengan konsep liriknya, seperti yang bisa kita rasakan dari gitar meliuk-liuk dalam single 'Snake'. Saya membayangkan stadion --andai dunia tak tersandera pandemi-- akan bergoyang saat digebrak 'Possessing The Witch'," lanjutnya.
"Album debut The Melting Minds ini menandakan kedewasaan dan kedalaman artistik yang sangat menjanjikan untuk regenerasi rock Indonesia," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM/ HAN)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/The-Melting-Minds-bakal-merilis-album-Alternete-Universe.jpg)