Tes Antigen untuk Pelaku Perjalanan Ditiadakan, Belum Ada Peningkatan Penumpang KA di Yogyakarta

Semenjak diberlakukannya peraturan itu, belum nampak ada penambahan volume penumpang kereta api di Yogyakarta

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM/ Ardhike Indah
Suasana Stasiun Yogyakarta di siang hari mulai dipadati penumpang, Kamis (23/12/2021) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

 

TRIBUNJOGJA.COM - Sejak Rabu (9/3/2022), pelanggan Kereta Api (KA) yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua atau ketiga (booster), tidak diwajibkan untuk menunjukkan hasil negatif Tes PCR ataupun Tes Antigen.

Aturan tersebut menyesuaikan dengan terbitnya SE Kementerian Perhubungan Nomor 25 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19 tanggal 8 Maret 2022.

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) Daerah Operasional (Daop) 6 Yogyakarta, Supriyanto, mengatakan semenjak diberlakukannya peraturan itu, belum nampak ada penambahan volume penumpang.

“Selama empat hari ini belum kelihatan ya ada peningkatan, tapi coba nanti kita lihat Jumat, Sabtu dan Minggu. Sejauh ini, masih, di Daop 6 Yogyakarta, masih 6-7 ribu penumpang per hari,” paparnya kepada wartawan di Balai Yasa Yogyakarta, Sabtu (12/3/2022)

Dia menduga, adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level tinggi di beberapa daerah juga bisa menjadi salah satu faktor mengapa belum ada peningkatan penumpang meski tes antigen ditiadakan.

Meski syarat penyertaan hasil negatif Tes Antigen atau Tes PCR untuk penumpang yang ingin naik KA jarak jauh ditiadakan, dikatakan Supriyanto, pihaknya tidak menutup tempat tes.

Namun, hanya jumlah petugas yang dikurangi.

“Tes antigen di stasiun tetap ada, tetap diwajibkan untuk mereka yang baru divaksinasi Covid-19 dosis pertama atau tidak bisa divaksin karena sakit, itu juga masih kita siapkan,” tegasnya.

Ditanya berapa jumlah orang yang tes antigen setiap hari, Supriyanto mengungkap, kemarin Jumat (11/3/2022), ada 50 orang yang mengikuti tes.

“Biasanya, di hari kerja, ada 800 orang dan akhir pekan ada 1500-1700 orang. Sekarang cuma 50 orang kemarin, memang turun drastis,” tandas Supriyanto.

Meski tes ditiadakan, menurutnya, penumpang tetap wajib memakai masker, mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, menghindari makan bersama, dan menggunakan hand sanitizer.

Ia mengimbau, pelanggan harus dalam kondisi sehat dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved