Berita Kota Yogyakarta

Soal Kekerasan Lapas Narkotika IIA Yogyakarta, Kemenkumham : Kami Periksa

Inspektur Jendral (Irjen) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia ( Kemenkumham ) Razilu menanggapi hasil investigasi yang dilakukan

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Miftahul Huda
Inspektur Jendral (Irjen) Kemenkumham RI Razuli menghadiri kegiatan di Lapas Kelas IIA Yogyakarta, Kamis (10/3/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Inspektur Jendral (Irjen) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia ( Kemenkumham ) Razilu menanggapi hasil investigasi yang dilakukan Komnas HAM terkait tindak kekerasan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta.

Berdasarkan hasil investigasi oleh Komnas HAM , dugaan kekerasan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta dilakukan pada pertengahan 2020 silam.

Mereka mencatat ada delapan tindakan tak patut serta merendahkan martabat oleh petugas lapas terhadap para warga binaan.

Baca juga: DI Yogyakarta Jadi Tuan Rumah G20 di Tengah Penerapan PPKM Level 4

Delapan tindakan itu mulai dari memakan muntahan makanan, meminum air seni, dan mencuci muka menggunakan air seni, dan pencukuran atau penggundulan rambut dalam posisi telanjang.

“Itu sudah selesai urusannya kemarin. Begini, pasti pelanggaran akan kami teliti, kami periksa,” Kata Razilu saat berkunjung ke Lapas Kelas IIA Yogyakarta , Kamis (10/3/2022).

Dia menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan mengeluarkan sanksi berupa hukuman disiplin (Hukdis) terhadap para pelaku tindak kekerasan di lapas.

“Bagi mereka kalau yang terlibat perlu diberi hukdis. Cuma kan ada tingkat ringan, sedang hingga berat,” jelasnya.

Razilu menambahkan, proses pegusutuan dugaan kekerasan di Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta itu sudah selesai.

“Dan sebenarnya kejadian itu kan tahun kemarin. Bukan kejadian sekarang, cuma kemudian teman-teman Komnas HAM baru merilis berita itu. Mestinya ada pengantarnya,” ujarnya.

Penjatuhan sanksi hukuman disiplin bagi para pelaku tindak kekerasan di lapas sudah disetujui oleh Menteri Kumham RI Yassona Laoly.

Razuli memastikan dalam waktu dekat para petugas lapas yang terbukti melanggar aturan dengan melakukan aksi kekerasan terhadap warga binaan akan segera dijatuhi sanksi.

Baca juga: Seekor Kera Ekor Panjang yang Teror Warga Kalikotes Diciduk Tim Animal Rescue Damkar Klaten

“Secepatnya sudah keluar dari pak Menteri. Barusan mendapat kabar telah ditindaklanjuti. Sudah selesai karena kami prosesnya pasti lapor pak Mentri, begitu pak mentri katakan oke, ya kami lanjut,” terang dia.

Salah satu upaya pencegahan agar kasus kekerasan di dalam lapas tidak terulang kembali menurut Razuli dengan cara melakukan monitoring dan pemantauan ke level bawah.

“Sebenarnya apa yang saya lakukan dengan menyapa, menyadarkan ini untuk antisipasi supaya mereka lebih berhati-hati. Tadi ada enam hal yang disampaikan pak Menteri untuk tahun ini. Termasuk salah satu di antaranya kan mitigasi,” pungkasnya. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved