Mengenal Paris Fashion Week yang Sedang Banyak Dibicarakan Netizen
Gelaran Paris Fashion Week saat ini sedang banyak dibicarakan netizen lantaran sejumlah jenama dari Indonesia mengklaim telah mengikuti perhelatan iko
Penulis: Bunga Kartikasari | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM - Gelaran Paris Fashion Week saat ini sedang banyak dibicarakan netizen lantaran sejumlah jenama dari Indonesia mengklaim telah mengikuti perhelatan ikonik tersebut.
Setelah ditelisik lebih jauh, ternyata merek-merek itu tidak mengikuti ajang Paris Fashion Week, melainkan menggelar fashion show di Paris.
Gelaran Paris Fashion Week biasanya diadakan di Carrousel Du Louvre atau di Grand Palais.
Yuk kenal lebih jauh tentang Paris Fashion Week!
1. The Big 4
Paris Fashion Week adalah bagian dari pagelaran busana Big 4 yang biasa digelar di dunia, yakni London Fashion Week, Milan Fashion Week dan New York Fashion Week.
Meskipun pekan mode pertama diadakan di New York, acara itu sendiri berasal dari "pertunjukan salon" ("défilés de mode" dalam bahasa Prancis, secara harfiah berarti "parade mode") di salon-salon adibusana Paris.
Pekan mode terdiri dari satu minggu acara terorganisir dari beberapa koleksi desainer.
Sebelum acara terorganisir ini diakui di New York City, peragaan busana diadakan di Paris pada awal tahun 1700-an.
Beberapa peragaan sebelumnya disajikan pada manekin yang menyulitkan klien untuk melihat potongan busana sepenuhnya karena mereka tidak memiliki mobilitas model.
Pertunjukan awal ini hanya untuk klien yang membeli barang dan ditampilkan pada manekin.
Pada 1800-an, pertunjukan mulai berubah. Charles Frederick Worth, yang terkenal dengan haute couture, mulai menunjukkan banyak bagian bersama-sama dan dengan desain yang lebih tinggi.
Desain ini dipamerkan untuk menarik perhatian pelanggan dalam membeli potongan.
Jeanne Paquin adalah desainer pertama yang mempublikasikan pertunjukannya dan Paul Poiret adalah orang pertama yang mengadakan pesta setelah acaranya.
Pada pertengahan 1800-an Madame Pauline von Metternich, seorang Putri Austria dan istri Duta Besar Paris, melihat salah satu sketsa Worth dan mempekerjakannya untuk membuatkan gaun untuknya.
Dia mendapat banyak pengakuan melalui kliennya yang kuat dan membuka rumah haute couture sendiri di Paris pada tahun 1858, yang menjual busana mewah kepada wanita kelas atas.
2. Promosi budaya mode di Prancis
Fédération de la Haute Couture et de la Mode (FHCM) adalah federasi yang menaungi Paris Fashion Week.
Misinya adalah menyatukan merek-merek fashion yang mendorong penciptaan dan perkembangan internasional.
Paris Fashion Week berusaha untuk mempromosikan budaya mode Prancis, di mana Haute Couture dan kreasi memiliki dampak besar dengan menggabungkan pengetahuan tradisional dan teknologi kontemporer setiap saat.
Hal tersebut berkontribusi untuk memperkuat Paris dalam perannya sebagai ibukota mode dunia.
Federasi berjumlah sekitar seratus anggota, di antaranya menampilkan merek paling simbolis di panggung global.
Ini terdiri dari tiga Chambres Syndicales atau badan pusat, Haute Couture, Fashion Wanita dan Fashion Pria.
3. Memiliki Hak Cipta
Namanya Paris Fashion Week dan itu sudah mendapatkan hak cipta. Sehingga, barang siapa menggunakan nama tersebut untuk kegiatan lain, bisa dituntut secara hukum.
Hal ini tertulis di bagian legal situs Paris Fashion Week di https://parisfashionweek.fhcm.paris/en/legal/
Di laman tersebut, tertulis bahwa setiap penggunaan situs atau Elemen tanpa izin ini kemungkinan besar merupakan pelanggaran yang melibatkan tanggung jawab pembuatnya.
Merek dagang Federasi, termasuk “FEDERATION DE LA HAUTE COUTE ET DE LA MODE”, “FHCM”, “PARIS FASHION WEEK”, “PFW”, “SPHERE PARIS FASHION WEEK SHOWROOM” dan logo masing-masing adalah merek dagang dan kreasi milik Federasi.
Mereka tidak boleh disalin, ditiru atau digunakan, seluruhnya atau sebagian, tanpa izin tertulis dari Federasi.
Merek dagang lain, nama produk dan/atau nama perusahaan atau logo yang disebutkan di Situs adalah milik dari pemiliknya masing-masing.
Dilarang menggunakan logo Federasi atau elemen grafis lainnya milik Federasi untuk membuat tautan ke situs ini tanpa izin tertulis dari Federasi.
( Tribunjogja.com | Bunga Kartikasari )