Feature
Kisah Warga Klaten Rintis Jenama Sepatu Lokal yang Berciri Khas Daerah
Nue Sport merupakan jenama sepatu lokal asal Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang sedang dirintis oleh Nunung Suprapto.
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM - Nue Sport merupakan jenama sepatu lokal asal Kabupaten Klaten, Jawa Tengah yang sedang dirintis oleh Nunung Suprapto. Warga Dukuh Pencil, RT 09 RW 04, Desa Bendo, Kecamatan Pedan itu menawarkan hal baru dengan memadukan kain lurik yang merupakan wastra lokal asli Klaten.
Mengusung konsep #AkuLokalAkuBangga pria berusia 43 tahun itu ingin menjadikan sepatu lurik menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri.
Ia tak gentar bersaing dengan brand-brand luar yang lebih dulu digemari oleh milenial di daerah itu.
Nunung yakin, usaha mikro kecil menengah (UMKM) sepatu lurik yang sedang ia rintis akan mendapat tempat di hati masyarakat Klaten dan Indonesia.
"Yang penting tekun dan mengerjakan permintaan konsumen secara ikhlas dan teliti," buka Nunung saat berbincang dengan Tribun Jogja di rumahnya, Minggu (27/2/2022).
Pria yang pernah bekerja di sebuah pabrik sepatu di Tangerang itu bercerita jika bisnis sepatu lurik yang dibuat baru berjalan sekitar 2 tahun terakhir.
Pada awalnya, usaha itu merupakan ajakan dari seorang teman yang juga membuat sepatu lokal di daerah Jepara.
Kemudian, ia mencoba berkreasi dengan membuat sepatu dengan mengambil kain lurik asli Klaten sebagai bahan utamanya.
"Tujuannya sederhana, selain untuk bisnis tentu untuk mengenalkan lurik ke seluruh Indonesia," ucap dia.
Saat ini, Nunung bekerja hanya sendiri dan belum memiliki karyawan.
Rumah tempat tinggalnya di Desa Bendo juga dijadikan tempat produksi sepatu lurik tersebut. Peralatan yang digunakan Nunung untuk membuat sepatu tergolong sederhana. Semisal mesin jahit manual, kemudian cetakan kaki yang terbuat dari kayu untuk ukuran sepatu.
Selain itu juga ada, peralatan lainnya seperti gerinda mesin, palu, lem, dan potongan kain lurik berbagai motif. Meski bekerja sendiri dan menggunakan peralatan sederhana, Nunung bisa membuat 8-10 pasang sepatu lurik setiap harinya. Tergantung pesanan.
Pesanan
Nunung kemudian bercerita jika usaha sepatu lurik yang sedang ia kembangkan sistem pemesanannya memang baru pre-order atau dibuat jika ada pesanan. Ia belum memiliki gerai. Pemasaran produknya masih melalui media sosial dan dibantu reseler yang ada di sekitar rumahnya.
Meski begitu, tren usahanya saat ini mulai berkembang dikarenakan setiap hari ada saja orang yang memesan sepatu lurik tersebut. Padahal waktu di awal-awal merintis usaha itu tahun 2020 sempat sepi karena berbarengan dengan munculnya pandemi Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Mengenal-Nue-Sport-Sepatu-Berbahan-Wastra-Lokal-Khas-Klaten.jpg)