Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi 7 Maret 2022: Keluarkan 3 Kali Guguran Lava Pijar 1,5 Km ke Barat Daya

Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar sebanyak tiga kali dengan jarak luncur maksimal 1,5 Km ke barat daya, Senin (7/3/2022).

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
tangkapan layar
Visual Gunung Merapi 26 Februari 2022 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar sebanyak tiga kali dengan jarak luncur maksimal 1,5 Km ke barat daya, Senin (7/3/2022).

 

Hal tersebut teramati dalam pengamatan selama enam jam, mulai pukul 00.00-06.00 WIB oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

 

Kepala BPPTKG, Hanik Humaida mengatakan secara meteorologi, cuaca berawan, mendung dan hujan.

 

Baca juga: FAKTA-FAKTA Terbakarnya Kapal Kargo Felicity Ace, Bawa 4.000 Mobil Mewah dan Rugi Rp5,7 Triliun

 

“Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 14-19 °C, kelembaban udara 78-99 %, dan tekanan udara 569-687 mmHg. Volume curah hujan 4 mm per hari,” paparnya.

 

Secara visual, gunung kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

 

Gempa guguran terjadi sebanyak 28 kali dengan amplitudo 3-24 mm berdurasi 33,1-174,5 detik.

 

Hybrid/fase banyak berjumlah 4 kali dengan amplitudo 5-13 mm, S-P 0,5-0,9 detik berdurasi 4,8-7,4 detik.

 

“Tingkat aktivitas Gunung Merapi saat ini masih berada di level III atau siaga,” paparnya.

 

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya.

 

Cakupan potensi meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km. 

 

Pada sektor tenggara, meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

 

Sedangkan, lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

 

Baca juga: Peringatan BMKG Senin 7 Maret 2022, Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini

Masyarakat diminta agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya. 

 

Masyarakat juga diminta agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar gunung.

 

“Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” tandas Hanik. (Ard)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved