Arab Saudi Konfirmasi Kembali Buka Ibadah Haji 2022 Bagi Jemaah Seluruh Dunia
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi mengungkapkan bahwa revisi kuota jemaah haji 2022 akan segera dirilis ke masing-masing negara
Selain itu, Kementerian juga mencabut penangguhan kedatangan langsung ke Arab Saudi.
Penangguhan semua penerbangan yang tiba dan berangkat dari Arab Saudi dari/ke Afrika Selatan juga dicabut, termasuk Namibia, Botswana, Zimbabwe, Lesotho, Eswatini, Mozambik, Malawi, Mauritius, Zambia, Madagaskar, Angola, Seychelles, Komoro, Nigeria, Ethiopia, dan Afghanistan.
Kementerian menekankan pentingnya pelaksanaan rencana imunisasi nasional, yang mencakup pengambilan dosis booster, dan menerapkan prosedur untuk memverifikasi status kesehatan pada aplikasi Tawakkalna.
Aplikasi tersebut digunakan untuk memasuki fasilitas umum dan acara serta naik pesawat dan transportasi umum.
Langkah-langkah baru ini tetap tunduk pada evaluasi berkelanjutan oleh otoritas kesehatan yang kompeten di Kerajaan, yang sejalan dengan perkembangan situasi epidemiologis.
Sambut Baik
Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji Umrah Republik Indonesia (Amphuri) menyambut baik kebijakan pemerintah Arab Saudi tersebut.
Ketua Umum DPP Amphuri, Firman M Nur, mengatakan dengan pengenduran yang dilakukan pemerintah Arab Saudi, kemungkinan besar penyelenggaraan haji pada 2022 bakalan dibuka.
Dalam wawancaranya dengan statiun televisi swasta MetroTV, Firman mengatakan, kebijakan pemerintah Arab dengan bebas karantina dan tes PCR serta salat tidak berjarak sudah mengindikasikan Arab akan membuka diri untuk ibadah haji.
"Insya Allah Tahun ini ibadah haji dibuka," kata Firman.
Baca juga: Pemerintah Usulkan Biaya Haji 1443 Hijriah Sebesar Rp 45 Juta
Baca juga: Kerajaan Arab Saudi Tak Haruskan Pengguna Sinovac dan Sinopharm Wajib Booster
Ia menyebutkan sudah dua tahun ibadah haji batal digelar, padahal tiap tahunnya Indonesia mengirimkan sebanyak 210.000 jemaah untuk berhaji.
Dengan pembatalan tersebut, maka calon jemaah haji di Indonesia terus menumpuk.
Sementara untuk ibadah umrah, Firman menyebutkan, setiap bulannya sudah ada 30.000 orang yang berangkat umrah ke Tanah Suci.
Jumlah itu sangat sedikit karena keterbatasan tiket pesawat dan kewajiban karantina selama lima hari yang sangat memberatkan.
Ia memperkirakan, jemaah umrah mendatang diperkirakan diperkirakan akan terus meningkat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-ibadah-haji-di-Mekkah.jpg)