Latihan Perang di Kota Yogyakarta, Ada Simulasi Adu Tembak Para Sniper
Sebanyak 1.500 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dikerahkan untuk mengikuti latihan tempur kota (latpurkota)
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Iwan Al Khasni
Pasukan harus tetap waspada dan siap siaga apabila sewaktu-waktu ancaman datang.
“Ingat, stabilitas, bukan keamanan saja, tapi juga stabilitas ideologi, politik dan ekonomi. Kami ingin di DI Yogyakarta ini stabil. Masyarakat aman, nyaman dan tentram, semua berjalan lancar, termasuk kesehatan dan ekonomi,” tambah Afianto.
Lebih lanjut, latpurkota juga menggunakan skenario penumpasan teroris. Sehingga, pihaknya mengeluarkan alat utama sistem senjata TNI (alutsista) seperti tank, kendaraan taktis hingga meriam.
Ia menegaskan, sesuai dengan sumpah, TNI harus setia pada Pancasila. Oleh karena itu, pihaknya melatih personel untuk mengatasi radikalisme yang memaksakan kehendak.
“Kami paham, beragama harus sesuai keyakinan masing-masing, tapi kami juga memiliki Pancasila, yang berarti ada ideologi negara, tidak bisa memaksakan kehendak sendiri,” ungkapnya.
Afianto berjanji, apabila radikalisme muncul di DIY, maka pihaknya siap untuk mengatasi dan memeranginya.
Usai apel, alutsista yang dikerahkan boleh ditonton oleh masyarakat. “Siapapun masyarakat yang berada di dekat JEC, silahkan untuk naik tank, mencoba, melihat. Utamakan keselamatan,” tandasnya.
Menurutnya, TNI selalu ada untuk rakyat, sehingga masyarakat tidak dilarang untuk mengenal lebih dekat alat tempur apa saja yang dimiliki TNI.
Tidak lupa, Brigjen Afianto juga meminta maaf kepada masyarakat yang merasa terganggu dan kaget dengan kegiatan latpurkota.
Pihaknya berusaha untuk mengumumkan kegiatan sejak jauh-jauh hari agar masyarakat tidak kaget apabila ada suara tembakan atau melihat tank di jalan. (Ard)
--
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Latihan-Perang-di-Kota-Yogyakarta-Ada-Simulasi-Adu-Tembak-Para-Sniper.jpg)