Peran Rusia Ukraina

PERANG Rusia-Ukraina: Komentar dan Permintaan Vladimir Putin Setelah Sepekan Invasi

Pernyataan itu dilontarkan Presiden Rusia beberapa jam setelah pasukannya merebut pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa.

Tayang:
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Alexey NIKOLSKY / SPUTNIK / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri upacara pengibaran bendera di kapal feri Marshal Rokossovsky melalui tautan video di kediaman negara bagian Novo-Ogaryovo di luar Moskow pada 4 Maret 2022. 

TRIBUNJOGJA.COM - Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia tidak memiliki niat buruk terhadap Ukraina.

Pernyataan itu dilontarkan Presiden Rusia beberapa jam setelah pasukannya merebut pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di Eropa.

Putin membuat komentar di saluran berita Rossiya 24 yang dikuasai negara pada hari Jumat di mana ia meminta negara-negara tetangga untuk memikirkan bagaimana menormalkan hubungan.

"Saya ingin menekankan sekali lagi. Kami tidak memiliki niat buruk terhadap tetangga kami (Ukraina, red)," katanya, dikutip Tribun Jogja dari Newsweek.

“Saya meminta mereka (Ukraina) untuk tidak meningkatkan pertempuran, atau (Negara Barat dan Uni Eropa) menerapkan pembatasan (sanksi) apa pun.

Kondisi PLTN Zaporizhzhia di Ukraina sebelum dibombardir tentara Rusia. Ini merupakan PLTN terbesar di Eropa dengan 6 reaktor nuklir yang mampu menghasilkan energi listrik 40-42 miliar kWh.
Kondisi PLTN Zaporizhzhia di Ukraina sebelum dibombardir tentara Rusia. Ini merupakan PLTN terbesar di Eropa dengan 6 reaktor nuklir yang mampu menghasilkan energi listrik 40-42 miliar kWh. (The Verge)

Putin berdalih bahwa serangan yang dilakukannya sebagai tanggapan atas apa yang dilakukan Ukraina.

"Semua tindakan kami, jika muncul, selalu muncul secara eksklusif sebagai tanggapan atas tindakan tidak bersahabat terhadap Rusia," tambahnya.

Putin juga mengatakan bahwa apa yang sedang terjadi saat ini bukannya tanpa solusi agar menjadi lebih baik.

"Kami tidak melihat kebutuhan di sini untuk meningkatkan situasi atau memperburuk hubungan kami."

Komentar Putin datang lebih dari seminggu setelah dia memerintahkan invasi yang telah menyebabkan banyak korban dan memicu lonjakan pengungsi Ukraina.

Sementara itu, komunitas internasional bereaksi dengan waspada ketika pembangkit nuklir Zaporizhzhia dilaporkan ditembaki oleh pasukan Rusia, yang merebut fasilitas itu pada hari Jumat.

Kedutaan Besar AS di Ukraina mentweet bahwa menyerang pembangkit listrik tenaga nuklir merupakan "kejahatan perang."

Saat dia berbicara untuk menandai sebuah feri baru yang akan melakukan perjalanan antara eksklave Kaliningrad dan seluruh Rusia, Putin juga tampaknya mengabaikan dampak sanksi yang dijatuhkan pada negaranya.

"Kami hanya perlu memindahkan beberapa proyek sedikit ke kanan, untuk memperoleh kompetensi tambahan," katanya.

“Pada akhirnya, kita malah akan diuntungkan karena kita akan memperoleh kompetensi tambahan.”

Vladimir Putin dan Joe Biden
Vladimir Putin dan Joe Biden (AFP)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved