Cerita Lukisan Ubud Tempo Dahulu Tak Tersentuh Api, Barang di Sekitarnya Terbakar

lukisan itu sudah dikoleksinya sejak 2010. Lukisan didapatkan langsung dari seorang rekannya dari Bali.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
IST
Ghostong menunjukkan koleksi lukisannya yang selamat dari kebakaran yang melanda tokonya, di Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Yogya. 

Cerita Lukisan di Jogja Selamat dari Bencana Kebakaran

Ghostong menunjukkan koleksi lukisannya yang selamat dari kebakaran yang melanda tokonya, di Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Yogya.
Ghostong menunjukkan koleksi lukisannya yang selamat dari kebakaran yang melanda tokonya, di Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Yogya. (istimewa)

Tribunjogja.com Jogja - Peristiwa kebakaran yang melanda sebuah toko di Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, Selasa (22/2/22) silam menyisakan cerita bagi para korban.

Kala itu api membakar seluruh isi ruko hingga benar-benar nyaris tak tersisa.

Namun ada cerita lain di balik peristiwa kebakaran itu.

Dia adalah Irwan Cahya Nugraha, si pemilik ruko yang berlokasi di Jalan Bantul No 48.

Meski mayoritas harta benda ludes disambar api.

Ada koleksi lukisan kuno yang didapatnya dari Bali terselamatkan.

"Pas saya lihat kebakarannya, api sudah memenuhi ruangan saya."

Ghostong menunjukkan koleksi lukisannya yang selamat dari kebakaran yang melanda tokonya, di Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Yogya.
Ghostong menunjukkan koleksi lukisannya yang selamat dari kebakaran yang melanda tokonya, di Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Yogya. (IST)

"Sudah lemas lah itu, pasti habis semuanya, termasuk lukisan-lukisan," katanya, Jumat (4/3/22).

Tetapi, pria yang akrab disapa Ghostong itu seolah menemukan keajaiban.

Ketika dia bersih-bersih, satu hari selepas api berhasil dipadamkan.

Dia melihat, lukisan kesayangannya kondisinya masih 100 persen utuh.

Letaknya kala itu berada di atas kursi ruangannya.

"Padahal, komputer, baju, yang ada di bawah dan samping kursi ludes terbakar semuanya," urainya.

Dari asal usul lukiksan itu?

Irwan Cahya Nugraha mengungkapkan lukisan itu sudah dikoleksinya sejak 2010.

Lukisan didapatkan langsung dari seorang rekannya dari Bali.

Untuk memilikinya, kala itu dia merogoh kocek Rp100 juta.

"Ada beberapa lukisan lama dan unik seperti lukisan kaca tahun 1930 an, lukisan lama dari Bali."

"Lukisan yang selamat dari kebakaran ini menurut saya paling unik, ya, sangat menginspirasi istilahnya," katanya.

Menurutnya, lukisan karya MD Karmayasa itu menggambarkan suasana Ubud di masa lampau.

Alhasil, ia menilai, kedamaian pun bisa dirasakan setiap orang yang memandang lukisan itu dengan seksama.

"Ya, saya sangat suka lukisan ini karena pewarnaan gelap terangnya sangat bagus dan warna cat menyala. Hampir seperti batik ketebalanya," cetusnya.

"Kemudian, kalau dinikmati dengan baik, lukisan ini benar-benar membawa kita ke sebuah suasana pedesaan dengan aktivitas perkampungan di Pulau Bali zaman dulu, sebelum era modern," pungkas Ghostong. ( Tribunjogja.com | Aka )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved