Angin Panas Kuat Luar Angkasa Meledak di Alam Semesta, Pertanda Apa?

Ilmuwan berharap, temuan menyeramkan itu bisa mengajari kita lebih banyak tentang perilaku benda ekstrem di alam semesta.

Tayang:
Penulis: Sigit Widya | Editor: Sigit Widya
New York Post
Angin panas luar angkasa dari bintang neutron. 

TRIBUNJOGJA.COM - Angin panas kuat luar angkasa dari bintang neutron terlihat bertiup melalui alam semesta dan meledak.

Ilmuwan berharap, temuan menyeramkan itu bisa mengajari kita lebih banyak tentang perilaku benda ekstrem di alam semesta.

Mengamati perilaku seperti itu di bintang sangatlah jarang sehingga masih sedikit yang bisa diketahui mengenai topik tersebut.

Peneliti University of Southhampton memakai teleskop kuat di Bumi dan luar angkasa untuk mengamati ledakan angin di angkasa.

Menurut mereka, dilansir New York Post, fenomena itu berasal dari sesuatu yang disebut biner sinar-X bermassa rendah (LMXB).

Sekadar informasi, LMXB adalah sistem luar angkasa alami yang berisi bintang neutron atau lubang hitam yang melahap sesuatu.

Baca juga: Ada Temukan Objek Aneh yang Tidak Biasa di Luar Angkasa

Dikutip Tribunjogja.com, Jumat (4/3/2022), bintang neutron dan bintang tersebut tertangkap sedang mengoyak bintang tetangganya.

Aktivitas itu mendorong "cakram angin" ke luar angkasa mengingat angin di sana adalah sebuah ruang berbeda dengan angin di Bumi.

Angin luar angkasa, secara teknis, terdiri atas banyak partikel dan mempunyai energi yang semuanya membubung ke arah yang sama.

Penemuan itu disebut sebagai Swift J1858 dan para ilmuwan telah menerbitkan sebuah studi tentang temuan tersebut di jurnal Nature.

Penulis utama Dr Noel Castro Segura dari University of Southampton mengatakan, "Letusan seperti ini jarang terjadi dan cukup unik."

"Biasanya, mereka sangat tertutup oleh debu antarbintang, yang membuat pengamatan menjadi sangat sulit," imbuh Noel Castro Segura.

Baca juga: Begini Penampakan Hotel Pertama di Luar Angkasa, Siap Operasional 2027

"Swift J1858 terbilang istimewa. Terletak di sisi lain galaksi kita, pengaburannya cukup kecil untuk potensi studi gelombang penuh," ujarnya.

Noel Castro Segura dan para peneliti dari University of Southampton menemukan berbagai jenis angin luar angkasa selama penelitian.

Nathalie Degenaar dari Universitas Amsterdam menyambung, “Bintang-bintang neutron memang memiliki tarikan gravitasi sangat kuat."

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved