Liga Inggris

LIGA INGGRIS: Inikah Beda Level Liverpool dari Chelsea?

The Blues masih kalah jauh dari The Reds untuk lini serang mereka saat ini, menurut mantan gelandang Manchester United Luke Chadwick.

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Glyn KIRK / AFP
Edouard Mendy vs Sadio Mane dan Mohamed Salahdi final Piala Liga Inggris antara Chelsea vs Liverpool di Stadion Wembley, London barat laut pada 27 Februari 2022. 

TRIBUNJOGJA.COM - Liverpool sekarang ini dianggap berada di level lain dari Chelsea di sektor depan.

The Blues masih kalah jauh dari The Reds untuk lini serang mereka saat ini, menurut mantan gelandang Manchester United Luke Chadwick.

Liverpool mengalahkan Chelsea di final Carabao Cup di Wembley kemarin, keluar sebagai pemenang dalam adu penalti yang panjang yang akhirnya jatuh ke tangan dua kiper mereka.

Namun, Chelsea memiliki peluang besar untuk memenangkan pertandingan meski tidak dapat memanfaatkan peluang mereka dengan maksimal.

Mason Mount, gagal dua kali gagal memanfaatkan peluang, di mana pemain seperti Mohamed Salah atau Sadio Mane pasti akan mencetak gol.

Christian Pulisic vs Naby Keita di final Piala Liga Inggris antara Chelsea vs Liverpool di Stadion Wembley, barat laut London pada 27 Februari 2022.
Christian Pulisic vs Naby Keita di final Piala Liga Inggris antara Chelsea vs Liverpool di Stadion Wembley, barat laut London pada 27 Februari 2022. (JUSTIN TALLIS / AFP)

Christian Pulisic juga seharusnya bisa lebih baik lagi dalam memanfaatkan peluang di awal pertandingan di Stadion Wembley.

Dan Chadwick berpikir di situlah jarak paling jelas antara kedua tim, sebagaimana dibuktikan oleh jumlah gol mereka yang sangat berbeda di Liga Inggris.

“Chelsea tidak mencetak gol seperti Liverpool lewat barisan penyerang mereka,” kata Chadwick, dikutip Tribun Jogja dari CaughtOffside.

“Saya pikir (Mason) Mount dan (Christian) Pulisic adalah pemain yang sangat berbeda dengan (Mohamed) Salah dan (Sadio) Mane.

Chadwick merinci, antara kedua pasangan penyerang sayap, dalam formasi 4-3-3 Liverpool dengan skema 3-4-2-1 Chelsea, jelas pasukan Klopp lebih unggul.

“Jelas keduanya (Salah dan Mane) juga masuk dari sisi sayap, tetapi mereka adalah pencetak gol utama Liverpool.

Untuk itu, klub London Barat mencoba menyelesaikan masalah di lini depannya dengan mendatangkan penyerang tengah yang dianggap bisa menjadi goal getter andalan.

“Saya pikir itu sebabnya Chelsea membawa Lukaku untuk mengatasi masalah itu, tetapi itu tidak berhasil.

Bahkan menurut mantan pemain tengah Setan Merah, penyerang asal Belgia itu tidak akan dapat padu dengan taktik dan strategi Thomas Tuchel.

“Dia (Lukaku) tidak cocok dengan sistem dan dia memiliki masalah dengan cedera.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved