Perang Rusia Ukraina

Zelensky Undang Warga Negara Asing untuk Ikut Berperang Lawan Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan pembentukan Legiun Internasional Pertahanan Teritorial Ukraina

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
Instagram @zelenskiy_official
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky 

TRIBUNJOGJA.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan pembentukan Legiun Internasional Pertahanan Teritorial Ukraina, yang akan merekrut orang asing yang ingin berjuang melawan Rusia.

Pada hari Minggu, Zelensky berbicara kepada warga negara asing, mengatakan bahwa serangan Rusia bukan hanya invasi ke Ukraina, tetapi "awal perang melawan Eropa."

Oleh karena itu, dia mengatakan bahwa siapa pun yang ingin bergabung dalam pertarungan dan "berdampingan" dengan Ukraina dipersilakan untuk melakukannya.

“Kepemimpinan Ukraina mengundang semua orang asing yang ingin bergabung dengan perlawanan terhadap penjajah Rusia dan untuk melindungi keamanan dunia. Dengan cara bergabung dengan barisan Pasukan Pertahanan Teritorial. Sebuah unit asing terpisah sedang dibentuk – Legiun Internasional Pertahanan Teritorial Ukraina,” katanya sebagaimana dilansir RT, Minggu (27/2/2022).

Baca juga: Perang Rusia Ukraina: Ukraina Minta Kiriman Pesawat Tempur MiG-29, Sukhoi Su-24, Su-25, Su-27

Pilihan untuk bergabung tersebut akan menjadi “bukti utama” dukungan untuk Ukraina, tambahnya.

Sejak Rusia melancarkan serangannya, negara-negara anggota NATO telah berjanji untuk memasok senjata ke Ukraina.

Namun, blok tersebut mengumumkan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk mengirim pasukan.

Inilah yang kemudian membuat Zelensky merasa bahwa Ukraina dibiarkan mempertahankan diri “sendirian.”

Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin menjelaskan bahwa penggunaan operasi militer merupakan kebutuhan yang mendesak untuk demiliterisasi Ukraina.

Baca juga: Ini Perbandingan Kekuatan Militer Rusia vs Ukraina : Artileri Hingga Personel

Ini juga dilakukan untuk melindungi republik Donbass dan untuk memastikan bahwa Rusia tidak akan ditempatkan di bawah ancaman NATO dari wilayah Ukraina.

Barat telah menanggapi serangan tersebut dengan memberlakukan sanksi baru yang keras terhadap Rusia. (*/RT)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved