RUSIA vs UKRAINA: Inilah Alasan Vladimir Putin Serang Kiev
Namun pada hari Kamis ia mengumumkan untuk melakukan operasi militer khusus di wilayah Donbas negara itu.
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Sekarang, Putin telah mengklaim Ukraina adalah boneka Barat dan bagaimanapun juga tidak pernah menjadi negara yang layak.
Dia menuntut jaminan dari Barat dan Ukraina bahwa mereka tidak akan bergabung dengan NATO, aliansi pertahanan dari 30 negara.
Putin juga menuntut agar Ukraina melakukan demiliterisasi dan menjadi negara netral.
Sebagai bekas republik Soviet, Ukraina memiliki ikatan sosial dan budaya yang mendalam dengan Rusia, dan bahasa Rusia digunakan secara luas di sana.
Namun, sejak Rusia menginvasi tanah mereka pada tahun 2014, hubungan tersebut kemudian rusak.
Rusia menyerang Ukraina ketika presidennya yang pro-Rusia digulingkan pada awal 2014. Perang di timur sejak itu telah merenggut lebih dari 14.000 nyawa.
Dua wilayah pemberontak
Sampai sekarang apa yang disebut republik rakyat Donetsk dan Luhansk ini telah dijalankan oleh proksi Rusia.
Di bawah dekrit Putin yang mengakui mereka sebagai independen, pasukan Rusia untuk pertama kalinya diakui ditempatkan di sana dan mereka juga dapat membangun pangkalan militer.
Dengan mengerahkan pasukan Rusia ke wilayah yang menyaksikan ratusan pelanggaran gencatan senjata setiap hari, risiko perang terbuka menjadi jauh lebih tinggi.
Kedua daerah pemberontak akan memiliki status khusus di Ukraina di bawah perjanjian perdamaian Minsk, tetapi langkah Putin menghalangi hal itu terjadi.
Apa yang membuat situasi lebih mengkhawatirkan adalah bahwa kedua negara bagian pemberontak tidak hanya mengklaim wilayah terbatas yang mereka pegang, mereka juga mengingini semua wilayah Donetsk dan Luhansk di Ukraina.
"Kami mengenali mereka, bukan, dan ini berarti kami mengenali semua dokumen pendirian mereka," kata pemimpin Rusia itu, dikutip Tribun Jogja dari BBC News.
Rusia telah mempersiapkan medan perang, dengan tuduhan palsu bahwa Ukraina melakukan "genosida" di timur.
Ia telah membagikan lebih dari 700.000 paspor di daerah-daerah yang dikuasai pemberontak, sehingga tindakan apa pun dapat dibenarkan sebagai melindungi warganya sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/vladimir-putin-bahas-situasi-afghanistan-dengan-presiden-iran-dan-tajikistan.jpg)