Rekor Tertinggi Yogyakarta Tahun Ini, 2.450 Penularan Sehari
Jumlah orang yang terinfeksi virus Corona di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (22/2/2022) dilaporkan bertambah 2.450 kasus
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com Yogyakarta - Jumlah orang yang terinfeksi Virus Corona di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (22/2/2022) dilaporkan bertambah 2.450 kasus. Jumlah tersebut mencatatkan rekor penambahan tertinggi di tahun 2022 ini.
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan, penambahan kasus baru diperoleh dari hasil periksa mandiri sebanyak 556 kasus dan tracing kontak kasus positif 1.894 kasus.
Untuk distribusi kasus positif kemarin adalah Kota Yogyakarta 511 kasus, Bantul 641 kasus, Kulon Progo 268 kasus, Gunungkidul 159 kasus, dan Sleman 871 kasus.
Denan demikian, saat ini total kasus terkonfirmasi di wilayah ini menjadi 177.257 kasus.
Berty melanjutkan, pasien yang mengalami kesembuhan pada kemarin dilaporkan bertambah 417 kasus.
Kasus sembuh dilaporkan di Kota Yogyakarta 116 kasus, Bantul 18 kasus, Kulon Progo 5 kasus, Gunungkidul 15 kasus, dan Sleman 263 kasus
"Sehingga total sembuh menjadi 154.303 kasus," jelasnya.
Untuk periode yang sama ada 6 pasien yang dilaporkan meninggal akibat virus Corona.
Kasus kematian ditemui di Bantul 2 kasus, Kulon Progo 1 kasus, dan Sleman 3 kasus.
Dengan begitu total kasus meninggal di wilayah ini menjadi sebanyak 5.322 kasus.
Sementara itu, Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi memaparkan, lonjakan yang terjadi beberapa hari terakhir grafiknya sudah hampir menyerupai puncak kasus varian Delta sepanjang Juni-Juli 2021.
"Saya belum tahu angkanya persis yang kemarin (Juli 2021). Tapi, kalau dilihat dari grafiknya, itu sudah hampir sama," urainya.
Wakil Wali Kota Yogyakarta itu pun mengimbau kepada masyarakat supaya tak lengah dengan kondisi dewasa ini.
Apalagi, peningkatan kasus harian diprediksi masih akan terjadi, setidaknya hingga pengujung Februari.
"Dilihat dari jumlah kasusnya, itu akan semakin tinggi, dan diprediksi sampai akhir Februari, atau awal Maret, itu baru puncaknya. Jadi, masih berkembang terus," katanya.
"Semoga saja, akhir Februari sudah di titik puncak kasus Covid-19, agar segera turun, kembali normal. Maka, perlu dukungan masyarakat supaya tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan," imbuh Heroe.
Di sisi lain, Peranan Kampung Panca Tertib bakal dimaksimalkan Pemkot Yogyakarta dalam penanggulangan Covid-19.
Sebab, keberadaan Kampung Panca Tertib dianggap efektif, untuk mendorong penerapan protokol kesehatan di lingkungan warga.
Kepala Satpol PP Kota Yogya, Agus Winarto, menuturkan, pihaknya meyakini Kampung Panca Tertib yang kini sudah terbentuk di 105 kampung bisa menekan sebaran corona. Oleh sebab itu, keberadaannya pun terus didorong dan diharapkan dapat merata di seluruh kota pelajar.
"Tahun ini sudah dibentuk di Karangwaru Kidul dan Dukuh, kemudian 31 kampung sudah jadi rintisan. Lewat Kampung Panca Tertib itu, kita menekankan pengendalian Covid-19 bersama tokoh masyarakat setempat," ungkap Agus.
Menurutnya, di tengah tren peningkatan kasus Covid-19, pihaknya harus menempuh berbagai cara supaya sebaran virus bisa terkendali. Oleh sebab itu, pengawasan prokes di lingkungan masyarakat harus lebih digalakkan dengan dukungan atau peran serta Kampung Panca Tertib.
"Kemudian, pengawasan di wilayah melalui anggota Satpol PP yang kita BKO-kan ke kemantren itu juga diintensifkan kembali di masa PPKM Level 3 ini," terangnya.
Evaluasi
Pemda DIY akan mengevaluasi pelaksanaan pentas seni yang digelar di Teras Malioboro 1 maupun 2. Pasalnya, penegakan protokol kesehatan (prokes) dalam perhelatan tersebut dianggap kurang optimal.
Kegiatan itu pun sempat menimbulkan kerumunan massa di tengah lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi.
Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji, mengaku akan segera menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah pihak terkait pelaksanaan pentas seni tersebut.
"Kalau sampai seperti itu akan saya sampaikan, nanti saya undang rapat evaluasi pengelola Taman Malioboro 1 dan 2 nanti hari Rabu. Nanti akan saya evaluasi," terang Aji, Selasa (22/2).
Mantan Kepala Disdikpora DIY ini menuturkan, pentas seni yang digelar di Teras Malioboro diharapkan dapat menjadi magnet bagi para wisatawan.
Langkah itu juga menjadi upaya untuk mempromosikan Teras Malioboro sebagai tempat berjualan baru bagi para PKL yang sudah direlokasi dari tepi Malioboro. "Kalau kelihatan kerumunan, ya, diberhentikan supaya dibubarkan dulu," jelasnya.
Terpisah, Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad menuturkan, penyelenggaraan pentas seni memang tak dilarang selama PPKM Level 3. Namun pelaksanaannya harus mengutamakan protokol kesehatan, seperti pemakaian masker.
"Artinya nanti dengan prokes yang penting adalah pemakaian maskernya. Ada petugas Satpol PP yang kita terjunkan saat ada acara," jelasnya.
Noviar menjelaskan, pentas seni di Malioboro akan terus dilakukan tiap hari Selasa dan Sabtu. Noviar menyebut bahwa hingga saat ini kerumunan massa dalam kegiatan tersebut masih terkendali.
"Kita lihat situasi kalau kemarin kami anggap masih terkendali," bebernya.
Kendati demikian, jika jumlah pengunjung yang datang terlalu banyak, petugas bisa melakukan pembubaran dan menghentikan acara. "Kami tetap awasi prokes kalau tidak terkendali kita hentikan pertunjukannya," beber Noviar. ( Tribunjogja.com | tro/aka)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Angka-Fatalitas-Covid-19-Daerah-Istimewa-Yogyakarta-Merangkak-Naik.jpg)