Kisah Bocah 12 Tahun di Luwu, Pulang Mengaji Langsung Selamatkan Keluarganya saat Rumah Terbakar

Dalam penyelamatan yang dilakukan anaknya, ia melihat Mutia dalam kondisi tenang dan memiliki keyakinan untuk selamat.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
PIXABAY/12019
Ilustrasi kebakaran 

TRIBUNJOGJA.COM - Andi Mutia Khairun Nisa (12) menjadi pahlawan karena berhasil menyelamatkan keluarganya dari kebakaran yang terjadi di Desa Lare-lare, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Selasa (22/2/2022) sore.

Dalam kejadian tersebut 2 unit rumah hangus terbakar.

Satu rumah milik Uri (47) rata tanah dan 1 lainnya milik Maskur (37) terbakar sebagian.

Kebakaran dimulai dari rumah milik Uri, yang saat itu dalam kondisi kosong karena pemilknya sedang berada di luar untuk bekerja.

Selang beberapa menit saja api menjalar ke rumah milik Maskur yang tengah dihuni oleh istri dan 2 anaknya.

Istri Maskur, Andi Lilianti (34) mengatakan saat terjadi kebakaran dia dan 2 anaknya sedang di dalam rumah.

“Saya saat itu sedang tidur bersama 2 orang anak saya, satu anak saya yakni Andi Mutia Khairun Nisa berada di tempat mengajinya,” kata Lilianti, Rabu (23/02/2022).

Dalam kondisi tidur, Lilianti dibangunkan oleh anaknya, ia pun sempat kaget dengan suara orang teriak dan suasana panas.

Ia bergegas masuk ke dalam rumah membangunkannya dalam kondisi rumah sudah mulai terbakar.

“Anak saya pulang mengaji langsung masuk ke rumah membangunkan saya, dia bilang 'Mama bangun, asap sudah penuh masuk dalam rumah', sudah kebakaran sehingga kami bergegas keluar. Saat sudah di luar rumah, dia sempat bilang turunkan pembatas listrik jadi saya turunkan dulu baru lari ke jalan,” ucap Lilianti.

Lilianti mengatakan putrinya menyelamatkan dirinya dalam kondisi api sudah membakar plafon yang terbuat dari plastik terpal, bahkan dinding sudah ikut terbakar.

“Dinding kamar tempat tidur yang terbuat dari kalsiboard sudah mulai terbakar, bahkan ada lemari pakaian isinya sudah sebagian hangus yang membuat asap sudah ada dalam kamar. Namun karena iniasiatif Mutia, kami bisa selamat dari kebakaran tersebut,” ujar Lilianti.

Lanjut Lilianti, dalam penyelamatan yang dilakukan anaknya, ia melihat Mutia dalam kondisi tenang dan memiliki keyakinan untuk selamat.

“Dia masih menggenggam Alquran sepulang mengaji dan menolong kami bahkan sempat dua kali keluar masuk rumah, sementara di luar orang sudah meneriaki kami agar keluar dari halaman rumah,” tutur Lilianti.

Kepala Desa Lare-lare Alfian Pardi mengatakan, rumah Lilianti yang perlahan terbakar tersebut bisa dipadamkan warga dengan menjebol dinding yang terbuat dari kalsiboard.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved