Berita Pendidikan Hari Ini
Bangun Kampus Terpadu di Bantul, UIN Sunan Kalijaga Usung Konsep Forest Campus Ramah Lingkungan
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga berencana untuk membangun kampus terpadu di Pajangan, Bantul.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga berencana untuk membangun kampus terpadu di Pajangan, Bantul.
Pembangunan tersebut dirancang akan dilaksanakan selama lima tahun, mulai 2022-2027. Apabila tidak ada aral melintang, maka peletakan batu pertama dimulai pada 2023.
Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof Dr Phil Al Makin SAg MA menjelaskan, pembangunan ini tidak hanya mengusung konsep Green Campus, tapi akan menjadi Forest Campus .
Dengan konsep ini, artinya, pembangunan tidak akan merusak ekosistem awal yang telah hidup dan tumbuh subur di Guwosari, Pajangan, Bantul .
Baca juga: WARNING! UPN Veteran Yogyakarta Tidak Membuka Penerimaan Mahasiswa Baru Jalur Ketua OSIS
“Kampus UIN Sunan Kalijaga akan terlihat berada di tengah hutan Bantul. Konsep ini juga akan memiliki dampak positif terhadap kondisi sosial, ekonomi, sosio-kultural masyarakat sekitar kampus,” paparnya, Selasa (22/2/2022).
Dia optimis, pembangunan kampus terpadu ini turut mendukung konsep pengembangan Kabupaten Bantul sebagai Bantul Kota Mandiri yang dicanangkan Pemda Bantul.
Perwakilan tim Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) UIN Sunan Kalijaga, Radiman ST menjelaskan, kampus tersebut telah mendapatkan izin prinsip pemanfaatan lahan dari Pemprov DIY No: 593/12632/2021.
Kemudian, infrastruktur pembangunan kampus terpadu menganut Konsep Green Campus Spine sebagai akses utama sirkulasi menerapkan Green Transportation.
“Lajur utama di bagian tengah digunakan oleh kendaraan bermotor yang lebih mengutamakan transportasi publik (shuttle bus), karena dapat mengangkut lebih banyak penumpang dibandingkan kendaraan pribadi,” paparnya
Dia melanjutkan, kampus juga dilengkapi green lane di kanan-kiri lajur utama merupakan ruang untuk pohon-pohon peneduh yang menyerap CO2 dan polutan serta meningkatkan kualitas micro climate kawasan.
“Tanaman penyerap polutan sekaligus menjadi shading juga ditambahkan pada facade lantai 3 podium. Shared street digunakan oleh pejalan kaki dan kendaraan non-motorized, arcade bangunan sebagai ruang pergerakan bagi pejalan kaki yang dapat digunakan ketika hujan,” tambahnya.
Tentang bangunan, Radiman mengatakan, bangunan akan terdiri atas 3 lantai podium, atap podium dan 4 lantai menara akademik.
Seluruh ruang pada bangunan di sepanjang Campus Spine digunakan sebagai fasilitas bersama yang mengakomodasi kegiatan bersama antar fakultas.
“Kampus terpadu UIN Sunan Kalijaga nantinya juga akan menerapkan konsep Green energy, Green Water, dan Green Waste,” kata Radiman.
Baca juga: Perubahan Jadwal Tanding Persikabo Bogor Vs PSS Sleman, Ini Kata Pelatih I Putu Gede
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-berita-pendidikan.jpg)