Kabar Terbaru Klaster-klaster Covid-19 di Daerah Istimewa Yogyakarta

Kasus positif Covid-19 di Bantul mengalami lonjakan. Salah satu penyumbang terbesar penambahan kasus ini adalah dari klaster SMAN 2 Bantul

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com |
Suasana pembelajaran tatap muka (PTM) Sekolah di Daerah Istimewa Yogyakarta 


Sementara itu, kasus Covid-19 di Sleman pun kembali meningkat. Sejumlah klaster penularan ditemukan.

Mulai dari keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, hingga perkantoran. Ironisnya, dari semua klaster yang berkembang di Sleman, didominasi sekolah.


"Sekarang sudah banyak klaster. Terutama sekolah. Klaster paling mendominasi itu klaster sekolah. Cuman ekspos tidak sebesar awal kemarin. Tapi tetap dilakukan tracing," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Sleman, dr. Khamidah Yuliati, Jumat (11/2).

Beberapa hari sebelumnya memang ada informasi bahwa 13 klaster berkembang di Sleman. Sepuluh di antaranya dari sekolah atau pendidikan. Adapun klaster perkantoran, Yuli mengatakan, ditemukan di lingkungan Pemkab Sleman.

Ia enggan menyebut kantor mana. 

Namun demikian, kasus ini sudah ditindaklanjuti. Sementara, untuk klaster tenaga kesehatan (nakes), tersebar di satuan pelayanan kesehatan. Jumlah nakes yang terkonfirmasi positif di satuan layanan kesehatan pun bervariasi.

"Ada mungkin 4 (positif), ada yang 2. Jadi setiap satuan pelayanan kesehatan berbeda-beda tapi masih ter-handle pelayanannya," ucap Yuli.

Mantan Kepala Puskemas Ngaglik ini mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin protokol kesehatan.

Menurutnya, pasien positif, baik yang bergejala maupun orang tanpa gejala, harus menjalani isolasi. Jika bergejala ringan, maka bisa isolasi mandiri (isoman). Saat isolasi di rumah ini maka prokes harus benar-benar diterapkan ketat.

"Yang biasanya agak lengah itu kalau isoman di rumah, merasa nyaman di rumah, lalu membuka maskernya di rumah. Itu yang enggak boleh. Jadi, begitu dia punya gejala, prokes bagi yang sehat maupun positif harus berjalan," ujar dia.

Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana sebelumnya mengatakan, seiring peningkatan kasus Covid-19 dan diberlakukannya PPKM level 3 di wilayah aglomerasi DIY, pihaknya mengubah skenario PTM Terbatas di sekolah.

Semua siswa belajar di sekolah, namun pelaksanaan pembelajaran dibagi dalam dua bagian dengan kapasitas 50:50.

Kemudian, jam belajar siswa di sekolah dikurangi, maksimal hanya 4 jam pelajaran dan waktu istirahat dihilangkan.

"Ini akan mulai kami berlakukan besok Senin (14/2). Surat edaran sedang kami proses. Tapi sebetulnya, sosialisasi sudah kami sampaikan ke sekolah," kata dia.

Sesuaikan situasi

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved