Kecelakaan Bus di Imogiri
BERITA Kecelakaan Bantul: APA Kata Pakar Penyebab Rem Kendaraan Blong
Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas bus pariwisata yang menewaskan 13 penumpangnya
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Iwan Al Khasni
Tribunjogja.com Sleman - Berdasarkan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan lalu lintas bus pariwisata yang menewaskan 13 penumpangnya di Bukit Bego, Wukirsari, Imogiri , Bantul , tak ada jejak pengereman.
Dosen Teknik Mesin Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr Ir Jayan Sentanuhady ST MEng IPU AseanEng, menjelaskan penyebab rem tidak efektif atau blong.
“Faktor penyebabnya secara umum itu ada dua, yang pertama rem kehilangan tekanan hidrolis akibat kebocoran minyak. Ini bisa juga disebabkan oleh kualitas minyak rem yang buruk,” ujarnya kepada Tribun Jogja, Senin (7/2/2022).
Dia membeberkan, kualitas minyak rem buruk lantaran minyak rem tidak memiliki ketahanan kompresibilitas yang baik.
Minyak rem harus memiliki sifat sulit untuk dimampatkan agar rem dapat bekerja dengan baik.
Hal ini membuat minyak rem harus memiliki kompresibilitas rendah dan selalu stabil pada temperatur dan tekanan yang bervariasi.
Pada faktor pertama ini, bisa saja minyak rem yang digunakan salah tipe sehingga menyebabkan kebocoran pada hose atau seal. Perawatan kendaraan juga dinilai kurang bagus.
Faktor kedua, adalah hilangnya friksi di kampas rem akibat overheat atau terlalu panas.
Penyebab kampas rem menjadi terlalu panas tidak lain karena terlalu sering digunakan.
Misalnya, saat kondisi macet berjam-jam saat tanjakan atau turunan, pengemudi cenderung menggunakan rem kaki daripada rem tangan.Situasi diam atau berhenti-jalan membuat kerja rem semakin berat, apalagi bila ditambah beban angkut yang besar.
“Peningkatan suhu itu menyebabkan hilangnya friksi atau gesekan. Sehingga, rem bisa blong,” paparnya.
Lantas, bagaimana caranya agar rem tidak mudah blong, khususnya untuk kendaraan-kendaraan besar?
Jayan menjelaskan, pengemudi atau orang yang mengurus kendaraan tersebut harus menggunakan minyak rem sesuai dengan rekomendasi dari pabrik.
“Maintenance secara berkala, bagian-bagiannya diganti secara rutin. Sesuaikan beban maksimal dengan rekomendasi pabrikan,” terangnya.
Baca juga: KALIMAT Pembicaraan Sopir dan Kernet Bus Pariwisata Maut di Bantul
Lebih lanjut, apabila sopir harus mengerem secara kontinyu, maka harus diimbangi mengerem dengan menggunakan engine brake atau teknik memperlambat kecepatan mobil dengan cara mengandalkan putaran mesin ketika transmisi diturunkan ke gigi yang lebih rendah.
Trik ini berguna untuk meringankan kerja rem mobil yang kewalahan dalam memperlambat laju mobil.