Jumlah Pendaftar Haji di Gunungkidul Alami Tren Penurunan
Calon jemaah haji asal Kabupaten Gunungkidul mengalami tren penurunan selama beberapa waktu terakhir.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Angka pendaftar calon jemaah haji asal Kabupaten Gunungkidul mengalami tren penurunan selama beberapa waktu terakhir.
Kondisi itu diketahui dari data yang diberikan Kantor Wilayah Kementerian Agama setempat.
Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kanwil Kemenag Gunungkidul, Muhammad Tahrir, mengatakan penurunan tersebut dirasakan setidaknya selama dua tahun terakhir.
"Ada tren jumlah warga yang mendaftarkan diri untuk berangkat haji mengalami penurunan," kata Tahrir pada wartawan, Senin (07/02/2022).
Ia mencontohkan pada data 2020 lalu, di mana jumlah calon jemaah haji yang mendaftar mencapai 418 orang.
Kemudian di 2021 turun hampir separuhnya, yaitu hanya 247 orang pendaftar.
Adapun di awal tahun ini, Tahrir mengatakan sudah ada 24 orang pendaftar.
Menurutnya, penurunan terjadi sebagai dampak dari situasi pandemi COVID-19.
"Bisa jadi karena kondisi ekonomi yang terdampak pandemi sehingga jumlah warga yang mendaftar haji juga berkurang," jelasnya.
Meski menurun, Tahrir mengatakan waktu tunggu pemberangkatan jemaah haji juga tetap lama.
Setidaknya pendaftar haji tahun ini harus menunggu sekitar 30 tahun untuk bisa berangkat.
Lamanya masa tunggu ini juga lantaran selama 2 tahun terakhir ibadah Umroh dan Haji ke Mekkah ditiadakan karena pandemi.
Namun, pihaknya tetap menunggu kabar baik dari pusat terkait keberangkatan jemaah haji.
"Kami juga tetap melakukan persiapan, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga pemberian dosis booster," ujar Tahrir.
Vaksinasi booster bagi calon jemaah haji diberikan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul.
Setidaknya ada sekitar 416 calon jemaah yang mendapat dosis booster.
Kasi Surveilans dan Imunisasi, Dinkes Gunungkidul, Sugondo mengatakan ada 3 merek vaksin yang digunakan untuk booster calon jemaah haji.
Ketiganya adalah Pfizer, Moderna, dan AstraZeneca.
"Tiga merek vaksin ini diberikan sesuai dengan ketentuan dari Pemerintah Arab Saudi bagi jemaah haji," jelasnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/biaya-umrah-terbaru-tahun-2021-saat-berapa.jpg)