Berita Kulon Progo Hari Ini
Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo Antisipasi Penyebaran Antraks dari Gunungkidul
Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulon Progo meningkatkan pengawasan lalu lintas hewan ternak dari luar wilayah.
Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulon Progo meningkatkan pengawasan lalu lintas hewan ternak dari luar wilayah.
Khususnya di Pasar Hewan Terpadu Pengasih sebagai tempat jual beli hewan ternak untuk mengantisipasi munculnya penyakit antraks di Kabupaten Kulon Progo .
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo , Aris Nugroho mengatakan kasus antraks yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul memang perlu diwaspadai.
"Sehingga kami melakukan kontrol lalu lintas hewan ternak dari luar daerah. Berkoordinasi dengan pos lalu lintas hewan," katanya saat dihubungi, Jumat (4/2/2022).
Baca juga: Jadi Zona Merah Antraks, Ternak dari 2 Kalurahan di Gunungkidul Dilarang Keluar Daerah
Ia melanjutkan, pihaknya selalu memvaksin hewan ternak yang ada di Kulon Progo secara rutin 2 kali dalam setahun yakni Maret-April dan September-Oktober.
"Insyaallah tidak ada sapi, kambing, domba yang bergejala penyakit antraks ," ungkap Aris.
Di samping itu, DPP mengirimkan sampel daging dan tanah di wilayah yang pernah menjadi sumber penularan antraks pada 2017 lalu ke Laboratorium Balai Besar Veterinir (BBVet) Wates.
Uji sampel tanah dan titer antibodi dari BBVet di 2021 hasilnya negatif, artinya bebas dari penyakit antraks .
Baca juga: Antisipasi Antraks, Pemkab Bantul Awasi Lalu Lintas Ternak
Kesehatan ternak yang diperjual-belikan di Pasar Hewan Terpadu Pengasih juga tak luput dari pengawasannya.
Pun dengan pemantauan produk daging sapi, kambing dan domba yang beredar di pasar-pasar tradisional.
Aris mengimbau kepada peternak di Kulon Progo agar tidak membeli ternak sementara dari Kabupaten Gunungkidul .
"Kami juga menginstruksikan kepada setiap panewu untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bila ada ternak mati mendadak segera melaporkan ke puskeswan terdekat. Masyarakat juga diimbau agar tidak memotong atau mengonsumsi ternak yang sakit atau mati," ucapnya. ( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Warga-Gunungkidul-yang-Terindikasi-Antraks-Bertambah-3-Orang.jpg)