Mengenal Varian BA.2 yang Disebut Sebagai 'Keturunan' Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Menurut data GISAID pada 25 Januari 2022, turunan dari varian Omicron yang sangat menular ini telah ditemukan di setidaknya 40 negara.

Tayang:
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
SHUTTERSTOCK/Lightspring
Ilustrasi varian baru Virus Corona 

TRIBUNJOGJA.COM - Badan Kesehatan Masyarakat Kanada (PHAC) melaporkan telah mendeteksi lebih dari 50 kasus subvarian Omicron baru yang dikenal sebagai varian BA.2.

Melansir CTVNews, terkonfirmasi sebanyak 51 kasus subvarian BA.2 di Kanada, dengan kasus terutama dari pelancong internasional.

Menurut data GISAID pada 25 Januari 2022, turunan dari varian Omicron yang sangat menular ini telah ditemukan di setidaknya 40 negara.

Lantas, apa itu varian BA.2?

Varian BA.2 pertama kali terdeteksi pada November 2021.

Inggris telah menetapkan varian ini sebagai varian yang sedang diselidiki, dengan kemungkinan mempunyai keunggulan pertumbuhan.

Ilustrasi Varian Omicron
Ilustrasi Varian Omicron (dok. tribunnews)

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menjuluki varian BA.2 sebagai varian yang menjadi perhatian, tapi melacak penyebaran sub-garis keturunan.

Untuk diketahui, varian baru Omicron, B.1.1.529 mempunyai empat sub-garis keturunan yaitu BA.1, BA.1.1, BA.2, dan BA.3.

Sub-garis keturunan varian BA.2 Omicron secara luas dianggap lebih tersembunyi dibandingkan versi asli Omicron, dikarenakan beberapa sifat genetik yang dimiliki membuatnya lebih sulit untuk dideteksi.

Beberapa ilmuwan menjelaskan, varian BA.2 ini bisa lebih menular dan masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui karakteristik subvarian ini.

Mutasi dan transmisibilitas varian BA.2 Omicron PHAC menjabarkan, varian BA.2 di Inggris mempunyai banyak kesamaan dengan BA.1, tapi menunjukkan beberapa perbedaan, termasuk dalam mutasi yang dapat mempengaruhi transmisibilitas, deteksi, dan kemungkinan pelepasan kekebalan.

“Ada bukti yang sangat terbatas saat ini untuk menentukan seberapa besar pengaruh perbedaan antara BA.1 dan BA2, sehingga diperlukan upaya berkelanjutan oleh ilmuwan untuk memantau kasus-kasus di Kanada dan melacak perkembangannya secara internasional,” jelas PHAC.

Pakar penyakit menular Dr. Isaac Bogoch menyampaikan, tingkat ketidakpastian yang signifikan tetap ada pada varian BA.2, tapi subvarian Omicron ini layak untuk diwaspadai karena lebih banyak kasus dilaporkan di seluruh dunia, sebab varian BA.2 Omicron terdeteksi di 40 negara. 

Kendati begitu, varian ini tidak perlu terlalu dikhawatirkan, tetapi efektivitas vaksin terhadap BA.2 kemungkinan akan sangat mirip dengan sub-garis keturunan BA.1.

“Ini tidak sama dengan BA.1, mungkin sedikit lebih menular, tapi mungkin ada banyak kesamaan lainnya,” tutur Bogoch.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved