Penjelasan Kapendam XVII/Cenderawasih soal 2 Prajurit TNI Gugur saat Baku Tembak di Distrik Gome
Dua Prajurit TNI yang tergabung di Satgas Pamtas Mobile Yonif R 408/SBH tersebut gugur setelah terkena tembakan dari KKB Papua
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Dua Prajurit TNI kembali gugur setelah kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata atau KKB Papua di Distrik Gome, Kabupaten Puncak.
Dilaporkan, dua Prajurit TNI yang tergabung di Satgas Pamtas Mobile Yonif R 408/SBH tersebut gugur setelah terkena tembakan dari KKB Papua.
Dua Prajurit TNI yang gugur sedang menjalankan tugas di Papua itu adalah Serda Rizal dan Pratu Baraza.
Menurut keterangan Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Aqsha Erlangga, Serda Rizal gugur di lokasi ketika kena tembak.
Sedangkan Pratu Baraza gugur ketika mendapat perawatan di Puskesmas Ilaga Kabupaten Puncak.
Gugurnya Serda Rizal dan Pratu Braza itu menambah korban di tubuh TNI.
Sebelumnya, seorang Prajurit TNI gugur ketika sedang bertugas di Maybrat karena diserang oleh KKB Papua.
Baca juga: Satu Prajurit TNI Gugur dan Tiga Lainnya Terluka Setelah Dihadang dan Ditembak KKB Papua di Maybrat
Baca juga: KRONOLOGI Rombongan TNI di Maybrat Diserang KKB Papua, 4 Prajurit Tertembak, Seorang Gugur
Kolonel Inf Aqsha Erlangga mengungkapkan, gerombolan KKB Papua melakukan serangan kepada Prajurit TNI di Bukit Tepuk Kampung Jenggernok, Distrik Gome, Kabupaten Puncak pada Kamis (27/1/2022).
Sampai saat ini, Satgas Pamtas Mobile Yonif R 408/SBH melaksanakan siaga di Pos Gome dan sedang melaksanakan evakuasi terhadap korban tersebut.
Aqsha mengatakan kondisi terakhir 1 dari 2 personel Satgas Pamtas Mobile Yonif R 408/SBH yang terkena tembakan meninggal dunia di tempat tersebut.
"Dari dua Prajurit TNI yang tertembak, satu orang meninggal dunia di tempat atas nama Serda Rizal. Sedangkan Pratu Baraza yang terkena tembakan di bagian perut, setelah mendapat penanganan di Puskesmas Ilaga Kabupaten Puncak namun tidak tertolong sehingga meninggal dunia," kata Aqsha dalam keterangan resmi Pendam XVII/Cenderawasih, Kamis (27/1/2022).
Aqsha mengatakan kondisi terakhir di lokasi tersebut saat ini masih terjadi kontak tembak dan tidak ada korban dari masyarakat di sekitar lokasi.
"Kami mohon doanya, semoga aparat TNI yang sedang bertugas diberikan keselamatan untuk melaksanakan tugas melindungi masyarakat dan pengabdian kepada NKRI," kata Aqsha.

Sebelumnya, seorang prajurit TNI gugur dan 3 prajurit lainnya mengalami luka-luka saat hendak memperbaiki jembatan kontak senjata dengan KKB Papua.
Prajurit TNI yang gugur itu atas nama Serda Miskel Rumbiak karena tertembak di bagian perut sebelah kanan.
Sedangkan tiga Prajurit TNI lainnya mengalami luka-luka yakni, Serda Darusman, Prada Aziz dan Prada Abraham.
Serda Darusman terkena tembak di bagian lengan kiri, Prada Aziz terkena tembak di tangan kanan dan Prada Abraham terkena tembakan di paha kanan, pundak kanan dan lengan bagian kiri.
Saat ini, para korban masih dalam penanganan medis di Puskesmas Aifat, Kabupaten Maybrat.
Rencananya, para korban akan di evakuasi ke RSAL Kota Sorong, menggunakan helikopter.
Keempat Prajurit TNI itu terkena tembakan saat kontak senjata dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Maybrat, Papua Barat.
Serda Miskel Rumbiak merupakan anggota TNI yang dikabarkan gugur tersebut adalah Yon Zipur 20/PPA.
Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari, Kolonel Arm Hendra Pesireron saat dikonfirmasi TribunPapuaBarat.com membenarkan hal tersebut.
"Benar," ucapnya.
Hendra mengatakan baku tembak berawal saat anggota Yon Zipur 20/PPA yang akan melaksanakan perbaikan jembatan dari Kampung Faan Kahrio menuju ke lokasi jembatan dan terlibat kontak tembak dengan KKB.
KKB Masih Enggan Menyerah
Sementara itu, KKB memberikan reaksinya saat Polri memutuskan untuk mengganti Satgas Nemangkawi menjadi Operasi Damai Cartenz.
Pola perburuan KKB yang dilakukan Operasi Damai Cartenz nantinya tentu berbeda, karena lebih mengedepankan pendekatan kesejahteraan.
Meski demikian, pihak KKB ternyata malah enggan untuk menyerah.
Bahkan pihak KKB malah lebih semangat menyerukan perang.
Hal itu disampaikan juru bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Ones Suhuniap.
“Ini hanyalah taktik mengelabui sorotan publik,” kata Ones dalam pernyataan yang disebarkan di media sosial.

Lebih lanjut, Ones menyebut perubahan Satgas Nemangkawi menjadi Operasi Damai Cartenz hanyalah taktik pemerintah Indonesia yang tidak menyelesaikan konflik di Papua.
Menurut Ones, pemerintah Indonesia hanya berusaha menghindari penyelesaian dengan cara politik.
“Tentu saja taktik busuk Jakarta ini sudah diketahui bersama karena hanya mengulangi pola lama,” ujarnya.
Ones pun menyerukan perang melawan Operasi Damai Cartenz yang dibentuk untuk menggantikan Satgas Nemangkawi.
Ia menyebut, KNPB yang mendukung gerakan teroris KKB Papua tidak akan berhenti melawan sebelum Papua lepas dari Indonesia.
“Oleh sebab itu kami menyampaikan kepada rakyat luas agar berdiri bersama dalam barisan perlawanan melawan segelintir oligarki ini,” katanya. (TribunPapua)