Berita Kota Yogya Hari Ini

Total Sasaran 12 Ribu, ASN dan Guru di Kota Yogyakarta Dapat Akses Booster Vaksin Covid-19 

Sedikitnya 12 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN), guru, dan tenaga kependidikan di lingkungan Pemkot Yogyakarta memperoleh akses booster vaksin Covid-19

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Azka Ramadhan
Kepala Binda DIY, Brigjen Pol Andry Wibowo, bersama jajaran Dinkes Kota Yogya, saat memantau vaksinasi bagi ASN dan guru di XT Square, Rabu (26/1/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sedikitnya 12 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN), guru, dan tenaga kependidikan di lingkungan Pemkot Yogyakarta memperoleh akses booster vaksin Covid-19 di XT Square, Umbulharjo, Rabu (26/1/2022).

Sesuai target, proses tersebut bakal dirampungkan dalam lima hari. 

Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Dinas, Kesehatan Kota Yogyakarta, Lana Unwanah menuturkan, pihaknya berkolaborasi dengan Badan Intelejen Daerah (Binda) DIY untuk proses penyelesaian booster vaksin bagi kalangan pemerintahan ini. 

Baca juga: Disdukcapil Bantul Jemput Bola Perekaman KTP-el ke Rumah-rumah Warga

Dijelaskannya, secara keseluruhan terdapat hampir 12 ribu ASN, guru, serta tenaga kependidikan di lingkungan Pemkot Yogyakarta yang masuk sasaran booster.

Menurutnya, guru menjadi bagian dari prioritas, supaya pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen dapat bergulir lancar. 

"Maka, instruksi dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota, mereka harus segera mendapat akses booster, termasuk ASN, yang sehari-harinya berinteraksi secara langsung, di lini-lini pelayanan publik, masyarakat," ungkap Lana. 

Ia mengatakan, vaksinasi dosis ketiga di XT Square ini, seusai rencana, bakal digelar selama lima hari ke depan. Sehingga, pada Senin (31/1/2022) mendatang, ditargetkan semua ASN, guru dan tenaga kependidikan, terutama jenjang SMP ke bawah, bisa tuntas dan rampung ter-booster. 

"Makanya, ini kita kebut, kuota per hari bisa 2.300, sampai 2.500 orang. Tetapi, memang ada beberapa kasus, yang ibu hamil belum bisa diberi booster," tandasnya. 

"Karena juknis dari Kementerian Kesehatan belum ada, lalu dokter obgyn juga belum memberikan rekomendasi. Maka, ibu hami diminta menunggu dulu, sampai ada kebijakan terbaru, karena dinamis sekali," imbuh Lana. 

Baca juga: BREAKING NEWS: 10 Orang Positif Covid-19 dari Tracing Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo

Sementara itu, Kepala Binda DIY, Brigjen Pol Andry Wibowo menandaskan, jajarannya bakal mendukung penuh proses penyelesaian vaksinasi bagi masyarakat.

Apalagi, dengan kemunculan varian baru Covid-19, yakni Omicron, pola mitigasinya praktis harus lebih ditingkatkan. 

"Kemarin ada Delta, sekarang Omicron. Artinya, tren mutasi harus diikuti dengan pola mitigasinya. Termasuk, dengan memperkuat imun berbasis vaksin," urainya. 

"Tapi, BIN kan tidak mungkin bergerak sendiri, kita harus berkolaborasi guna mengcover seluruh DIY. Seperti hari ini, kita bersinergi dengan Dinkes Kota Yogya, karena tenaga vaksinator kita terbatas," lanjut Andry  (aka)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved