Berita Gunungkidul Hari Ini
Kembali Naik, Kini Ada 10 Kasus Aktif Covid-19 di Gunungkidul
Kasus baru konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul terus mengalami penambahan selama beberapa hari terakhir. Kasus aktif pun kini
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kasus baru konfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul terus mengalami penambahan selama beberapa hari terakhir.
Kasus aktif pun kini kembali naik menyentuh dua digit, pertama kalinya setelah sempat nol kasus beberapa waktu lalu.
Berdasarkan data harian Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul, ada 3 kasus baru Covid-19 dalam 2 hari terakhir. Dua di antaranya dilaporkan pada Jumat (21/01/2022) ini.
Baca juga: Kecelakaan Tunggal, Seorang Pengendara Motor di Klaten Meninggal Setelah Terperosok ke Sungai
"Semuanya kasus baru, tidak terkait dengan kasus penularan yang sebelumnya," jelas Kepala Dinkes Gunungkidul Dewi Irawaty.
Mengacu pada data yang diberikan, 1 kasus pertama yang dilaporkan pada Kamis (20/01/2022) lalu berasal dari Gedangsari, kemudian 2 lainnya hari ini dari Playen.
Ketiganya berstatus suspek sebelum dinyatakan positif Covid-19.
Terkait adanya 2 kasus baru dari Playen, Dewi menyatakan sudah tidak terkait dengan klaster keluarga sebelumnya. Adapun di klaster ini, sudah 5 orang yang dinyatakan positif Covid-19.
"Sudah selesai tracing kasus ini (klaster keluarga), hasilnya negatif semua di luar yang konfirmasi positif," ungkapnya.
Mengenai kasus baru ini, Dewi mengatakan proses tracing baru mulai dilakukan. Pihaknya pun juga akan melacak riwayat hingga sumber penularan awal dari 3 kasus baru ini.
Kini, Gunungkidul mencatatkan 10 kasus aktif Covid-19.
Sejumlah di antaranya kini menjalani perawatan di RSUD Wonosari.
Baca juga: Sebanyak 300 Ton Sampah Menumpuk di Kota Yogyakarta Dampak TPST Piyungan yang Tutup Sehari
"Secara kumulatif sudah 18.008 warga yang terkonfirmasi positif Covid-19," kata Dewi.
Dinkes Gunungkidul juga masih menunggu hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing (WGS) terhadap sejumlah sampel swab. Pemeriksaan tersebut guna memastikan apakah ada kasus Covid-19 dari varian Omicron.
Dewi sebelumnya meminta masyarakat tetap mengedepankan protokol kesehatan (prokes) selama beraktivitas.
Meski melandai bahkan sempat nol kasus, potensi penularan tetap masih ada.
"Apalagi sekarang mobilitas masyarakat semakin tinggi, jadi tetap harus waspada," katanya. (alx)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ilustrasi-update-covid19.jpg)