Biduan Dangdut Tak Terima Bagian Sensitifnya Disenggol, Begini Akhir Ceritanya

Kronologi kejadian tak mengenakan yang menimpa seorang penyanyi dangdut berinisial RS

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUN JOGJA / ALMURFI SYOFYAN
Bento (baju tahanan) pelaku pemukulan dan pelecehan terhadap biduan dangdut dihadirkan saat konferensi pers Mapolres Klaten, Selasa (18/1/2022). | Ilustrasi biduan dangdut 

Tribunjogja.com Klaten -- Berita kriminal kali ini datang dari wilayah Klaten Jawa Tengah .

Kasus kriminal ini bermula dari Seorang pria berinisial W alias Bento warga Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah tengah dicari oleh pihak kepolisian.

Bento (baju tahanan) saat dihadirkan di Mapolres Klaten, Selasa (18/1/2022).
Bento (baju tahanan) saat dihadirkan di Mapolres Klaten, Selasa (18/1/2022). (TRIBUNJOGJA.COM/ ALMURFI SYOFYAN)

Pria berusia 42 tahun itu dicari oleh polisi karena diduga nekat memegang area sensitif dari seorang penyanyi dangdut berinisial RS.

Saat kejadian, RS sedang menghibur tamu undangan di sebuah acara hajatan di Desa Krajan, Kecamatan Kalikotes.

Kronologi kejadian tak mengenakan yang menimpa seorang penyanyi dangdut berinisial RS tersebut, bermula pada Sabtu, (8/1/2022) sekitar pukul 22.00 WIB, saat

itu korban sedang mengisi acara di sebuah hajatan di Desa Krajan.

Pelaku saat itu sedang berjoget di depan korban, tiba-tiba pelaku langsung menyentuh bagian tubuh sensitif korban.

Karena tidak terima atas perlakuan Bento tersebut, korban RS lalu melempar pelaku dengan botol minuman air mineral.

Pelaku kemudian langsung memukul korban di sekitar area mulut. Akibat pukulan itu, korban menderita luka pada bagian mulutnya hingga mengeluarkan darah.

Ditangkap

W alias Bento (42) pelaku pemukul dan pelecehan kepada seorang biduan dangdut berinisial RS (25) saat manggung di Desa Krajan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten

Klaten, Jawa Tengah telah ditangkap oleh polisi.

Bento diamankan oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Klaten di rumahnya di Desa Krajan, Kecamatan Kalikotes, Senin (17/1/2022) malam

sekitar pukul 20.00 WIB.

Seorang seniman Klaten, Supriyadi atau yang karib disapa Jimbling berharap kasus pemukulan dan pelecehan terhadap biduan dangdut dan seniman di Klaten tidak

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved