Tiga Pasukan Khusus TNI Dikirim ke Papua, Begini Respon dari KNPB

TNI masih menempatkan personelnya di titik-titik rawan yang ada di Papua.

Tayang:
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNNEWS
Paskhas TNI AU 

TRIBUNJOGJA.COM, PAPUA - Operasi Nemangkawi di Papua akan berakhir pada 25 Januari 2022 mendatang dan akan berganti nama menjadi Operasi Damai Cartenz.

Dalam Operasi Damai Cartenz nanti, aparat gabungan akan lebih fokus melakukan pendekatan dengan masyarakat untuk menyelesaikan konflik di Papua.

Namun demikian, tindakan hukum tetap akan ditegakan oleh aparat gabungan TNI Polri terhadap kelompok-kelompok yang melakukan pelanggaran hukum.

Meski akan lebih fokus untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat, TNI masih menempatkan personelnya di titik-titik rawan yang ada di Papua.

Bahkan pada Januari ini, TNI mengirimkan tiga pasukan khusus ke Papua.

Ketiganya yakni pasukan baret jingga dari Yonko 462 Paskhas TNI AU yang dikirim dalam rangka Operasi Pengamanan Perbatasan RI-PNG.

Kemudian pasukan Batalyon Infanteri (Yonif) Raider Khusus 136/Tuah Sakti.

Mereka dikirim sebagai Satgas Pengamanan Daerah Rawan (Pamrahwan) di Papua.

Lalu 450 pasukan Satgas Yonif R 301/PKS Brigif 15/K, yang persiapannya dipantau langsung Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa.

Pengiriman tiga pasukan khusus ke Papua ini ternyata membuat nyali Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang ada di Papua ciut juga.

Bahkan juru bicara KNPB Ones Suhuniap menyebut langkah TNI kembali mengirimkan pasukan ke Papua merupakan langkah Indonesia melanjutkan operasi militer di Papua.

"Tanggal 7 Januari 2022, 1 Batalyon Pasukan Khusus (Paskhas) dikirim ke Papua dan Papua Barat. Tanggal 9 Januari, 1 Bataylon Infanteri (Yonif) Raider Khusus 136/Tuah Sakti di Batam dikirim ke daerah rawan hadapi TPNPB. Sementara 450 pasukan Yonif Prabu Kian Santang dikirim akhir bulan Januari ini," kata juru bicara KNPB Ones Suhuniap dikutip Tribunjogja.com dari Surya.co.id.

KNPB pun menyerukan perlawanan dan tetap angkat senjata menghadapi TNI-Polri.

Padahal di sisi lain, TNI-Polri melalui Operasi Damai Cartenz akan merubah pendekatan penyelesaian konflik di Papua dengan pembinaan masyarakat.

"Oleh sebab itu kami menyampaikan kepada rakyat luas agar berdiri bersama dalam barisan perlawanan," kata Ones.

Sumber: Surya
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved