Jerinx Mengaku Sudah Tobat, Tak Mau Berpolemik Lagi di Medos dan Dunia Nyata
I Gede Ari Astina alias Jerinx menjalani sidang perkara dugaan pengancaman melalui media elektronik pada Adam Deni di PN Jakarta Pusat, Rabu kemarin.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - I Gede Ari Astina alias Jerinx menjalani sidang perkara dugaan pengancaman melalui media elektronik pada Adam Deni di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (12/1/2022).
Jerinx hadir pada pukul 14.00 WIB mengenakan pakaian berwarna oranye bertuliskan baju tahanan.
Sebelumnya, Jerinx hanya dihadirkan secara daring dari rumah tahanan Polda Metro Jaya.
Saat ditanya soal kondisi kesehatan, Jerinx dengan tegas mengatakan jika dirinya dalam kondisi sehat dan siap untuk menjalani sidang.
"Sehat banget (kondisi)," kata Jerinx di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
"Sangat siap (menjalani sidang)," sambungnya.
Tidak hanya itu, Jerinx berjanji jika kasusnya itu dengan pegiat sosial media, Adam Deni akan menjadi yang terakhir untuk penabuh drum grup band Supermen Is Dead (SID).
"Intinya saya sudah, semoga ini jadi kasus yang terkhir saya," ujar Jerinx.
Hal itu dikatakan karena dirinya ingin fokus kepada keluarga dan istrinya.
Jerinx juga akan membatasi dalam penggunaan media sosial.
"Mau fokus ke istri dan keluarga dan program bayi, tidak ada kasus lagi jadi saya akan mundur dari semua polemik-polemik di media sosial," tutur Jerinx.
Terakhir, Jerinx menyebut kasusnya ini menjadi pembelajaran berharga bagi dirinya.
"Sangat. Jadi, saya sudah tobat, kapok, enggak mau lagi jadi anak nakal di media sosial maupun dunia nyata," tutup Jerinx.
Sidang Memanas
Situasi sidang sempat memanas saat kuasa hukum Jerinx, Sugeng Teguh Santoso menanyakan beberapa pertanyaan kepada saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu Adam Deni.
Menurut pantauan Tribun di ruang sidang, situasi semakin memanas usai Sugeng menanyakan beberapa pertanyaan yang menurut Adam Deni hal tersebut ditanyakan berulang-ulang.
"Mohon izin yang mulia, pertanyaan tersebut di luar konteks dari kasus pengancaman," ujar Adam Deni.
Kondisi semakin tidak kondusif ketika pertanyaan tersebut berupa pertemuan yang diduga dilakukan Jerinx dan Adam Deni untuk melakukan mediasi, dalam mediasi tersebut diduga pegiat sosial media itu melakukan pemerasan pada Jerinx SID. Sehingga kedua belah pihak sempat melontarkan nada tinggi saat memberikan keterangan.
"Iya pertemuan itu terjadi, Mengapa kemudian tidak tercapai? Saya tidak mau, Apakah karena permintaan 15 M? Tidak ada permintaan itu. Apakah karena 10 M? Saya tidak mau. Siapa yang menyiapkan fasilitas hotel Rafless? Saya sendiri transaksi rekening ada di sini (gawai) ," saat dialog antara Adam Deni dengan kuasa hukum Jerinx, Sugeng Teguh Santoso.
"Ini makin enggak nyambung ya jujur bawa-bawa pribadi," sambung Adam Deni kepada majelis hakim.
Hingga akhirnya hakim ketua menegur keduanya untuk berhenti sejenak.
"Saya sudah ketok palu saudara harus diam," kata Hakim Ketua.
Akhirnya, Jerinx SID meminta kepada majelis hakim untuk melakukan tes poligraf atau uji kebohongan. Hal itu dikatakan Jerinx seusai suami Nora Alexandra itu tidak percaya dengan pengakuan Adam Deni di persidangan salah satunya soal pemerasan yang terjadi dalam mediasi.
"Saya tahu persis dia berbohong. Saya minta untuk tes poligraf," kata Jerinx.
Jerinx menduga Adam Deni melakukan kebohongan atas keterangan yang disampaikan pada saat menjawab pertanyaan dari penasihat hukum Jerinx. "Kebanyakan salah, (pengakuan) yang pertemuan Raffles ," sambungnya.
Putar Rekaman
Saat sidang tengah berlangsung, Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga sempat memutar rekaman telepon antara Jerinx dan Adam Deni yang diduga terjadi ancaman yang dilakukan oleh Jerinx. Namun, ketika rekaman telepon tersebut selesai, kuasa hukum Jerinx Sugeng Teguh Santoso meminta majelis hakim untuk memutar kembali rekaman tersebut.
"Coba bisa diputar ulang rekamannya? Tadi ada suara pacarnya Adam Deni minta rekam ulang lagi," ujar Sugeng.
Selanjutnya, JPU pun memutar kembali rekaman telepon tersebut, dan Sugeng mendengarkannya dengan saksama hingga menanyakan siapa perempuan yang bersuara dalam rekaman suara tersebut.
Sehingga Adam Deni mengakui, suara perempuan di ujung rekaman telepon tersebut adalah suara kekasihnya.
"Betul, Yang Mulia, itu suara pacar saya," tutur Adam Deni. (Tribun Network/oji/wly)
Baca Tribun Jogja edisi Kamis 13 Januari 2022 halaman 11
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/jerinx-sid-kembali-masuk-penjara-dalam-kasus-pengancaman-adam-deni-ditahan-20-hari.jpg)