Breaking News:

Berita Kriminal Hari Ini

BNNP DIY Ringkus Karyawan Swasta dan Driver Ojol di Sleman yang Terlibat Transaksi Tembakau Gorila

Seorang karyawan swasta dan driver ojek online (ojol) asal Kota Yogyakarta dibekuk anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP)

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Kurniatul Hidayah
Dok BNNP DIY
Barang bukti transaksi Tembakau Gorila diamankan petugas BNNP DIY, Rabu (12/1/2022) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Seorang karyawan swasta dan driver ojek online (ojol) asal Kota Yogyakarta dibekuk anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sesaat setelah melakukan transaksi narkotika jenis tembakau sintetis alias Tembakau Gorila.

Penangkapan itu dilakukan petugas BNNP DIY di tepi jalan Desa Tegal Tirto, Berbah, Kabupaten Sleman, Rabu (12/1/2022) malam sekitar pukul 21.00 WIB.

Kepala BNNP DIY Brigjen Pol Andi Fairan mengatakan, dua pelaku yang diamankan yakni FS (24) laki-laki, berstatus karyawan swasta atau sales, asal Gedongtengen, Kota Yogyakarta, bersama DW (24) laki-laki, bekerja sebagai driver ojol, asal Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

Baca juga: Ratusan Pelayan Publik di Kulon Progo Dapat Suntikan Vaksin Booster di RSUD Wates

Keduanya pada saat itu telah dibuntuti oleh anggota BNNP DIY sebab berdasarkan informasi masyarakat, mereka hendak bertransaksi narkotika di wilayah Berbah, Sleman.

“Setelah target mengambil paket narkotika, anggota kami kembali membuntuti target dan berhasil mengamankan Pelaku 1 (Inisial FS) di tepi jalan Desa Tegal Tirto, Berbah,” jelasnya, Kamis (13/1/2022).

Pelaku FS terbukti memiliki dan menyimpan narkotika jenis Tembakau Gorila yang disimpan di satu buah klip plastik, berisi dua paket Tembakau Gorila dengan berat 23,08 gram.

“Barang bukti itu disimpan di saku jaketnya. Selain itu kami amankan pula HP milik pelaku, sejumlah ATM dan sepeda motor,” terang dia.

Andi menambahkan, di saat bersamaan petugas BNNP DIY juga mengamankan pelaku kedua berinisial DW.

Berdasarkan keterangannya, DW sempat melarikan diri ketika petugas BNNP DIY hendak menangkap dirinya.

“Pelaku kedua merupakan driver ojol. Dia sempat kabur saat akan diamankan. Sampai anggita kami mengeluarkan tembakan peringatan secara terukur. Lalu DW berhasil kami amankan,” imbuhnya.

Dari hasil interograsi yang dilakukan, pelaku FS sepakat hendak bekerjasama dengan salah satu bandar narkotika dari luar DIY melalui pesan singkat.

Ketika sudah bertransaksi, pelaku FS kemudian mengajak DW untuk mengambil Tembakau Gorila yang telah dikirim.

Baca juga: Pantai Baron-Kukup Akan Jadi Kawasan Terintegrasi, Nelayan: Bagaimana Pendaratan Kapal Kami

“Jadi pelaku FS mengajak DW untuk mengambil paket berisi tembakau gorila. Karena kedapatan memiliki barang tersebut, keduanya kami amankan,” jelasnya.

Akibat perbuatannya itu, mereka dijerat pasal 114 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara minimal penjara 6 (enam) tahun, maksimal penjara 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimal Rp 10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah) ditambah 1/3 (sepertiga)

Atau pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,  dengan ancaman pidana penjara minimal 5 (lima) tahun, maksimal 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda maksimal Rp 8.000.000.000 (delapan miliar) ditambah 1/3. (hda)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved