Berita Pendidikan Hari Ini

Dongkrak Daya Saing Mahasiswa, IP UMY Gelar Pelatihan Sertifikasi Kompetensi PR 

Dengan punya sertifikasi kompetensi PR, mahasiswa bisa jadi konsultan politik bagi para politisi, atau legislator, karena memiliki kemampuan branding.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Azka Ramadhan
Mahasiswa IP UMY saat mengikuti pelatihan sertifikasi kompetensi PR, di sebuah hotel di Kota Yogyakarta, Rabu (12/1/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM - Untuk mengerek daya saing mahasiswa, Prodi Ilmu Pemerintahan (IP) UMY melangsungkan pelatihan sertifikasi kompetensi Public Relation (PR) , yang digelar selama dua hari, pada 11-12 Januari 2022. 

Dosen IP UMY , sekaligus Direktur International Program of Governmental Studies, Sakir Ridho Wijaya , menyampaikan, melalui kegiatan tersebut, pihaknya berupaya menyiapkan bekal tambahan bagi mahasiswa jelang kelulusan. 

"Karena sebelum mengikuti sertifikasi kan syaratnya harus mengikuti pelatihan dulu. Makanya, kami fasilitasi dengan pelatihan sertivikasi ini," ungkapnya, di sela pelatihan, di sebuah hotel di Kota Yogya, Rabu (12/1/2022). 

Baca juga: UMY Targetkan 30 Mahasiswa Lolos Program IISMA 2022

Menurut Sakir, ada 39 mahasiswa yang ambil bagian dalam pelatihan tersebut.

Sementara materi-materi mengenai tata kelola kehumasan, pemberitaan, manajemen konflik, dan lain-lain, diberikan Lembaga Sertifikasi Profesi UMY

"Semuanya merupakan dosen Ilmu Komunikasi UMY, yang sudah terverifikasi sebagai asesor untuk kompetensi PR, ya, sesuai dengan bidang keilmuannya," terangnya. 

Diungkapkannya, di tengah persaingan yang semakin sengit, seluruh mahasiswa dituntut menguasi kompetensi di luar keilmuan prodinya.

Terlebih, lulusan IP UMY tak seperti jebolan IPDN, yang sudah dapat jaminan kerja. 

Baca juga: Mahasiswa UMY Mengembangkan Sistem Informasi Cabang Ranting Tegalrejo (SIMCARATA)

"Kami harus lebih peka dengan kebutuhan pasar, karena sekarang semakin berat. Sehingga, ketika lulus mahasiswa punya poin plus, satu langkah lebih diakui, daripada yang tidak pernah mengikuti sertivikasi," tegas Sakir. 

Di samping itu, tambahnya, langkah IP UMY ini, sekaligus menjawab tantangan Mendikbudristek RI Nadiem Makarim, terkait program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, yang memuat kebebasan penuh bagi para mahasiswa

"Selain CPNS ya, mahasiswa kan masih bisa berkarya di jalur lain. Dengan punya sertifikasi kompetensi PR, mereka bisa jadi konsultan politik bagi para politisi, atau legislator, karena memiliki kemampuan branding," urainya. 

"Kalau jujur, sekarang hanya berapa persen mahasiswa yang setelah lulus bekerja di bidang yang sesuai prodinya. Maka, harus disiapkan itu," imbuh Sakir. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved