Berita Bencana Alam
Penjelasan BMKG Terkait Penyebab Bencana Banjir dan Longsor di Jayapura
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), banjir salah satunya dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Jayapura.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait bencana alam berupa banjir dan longsor yang melanda Kota Jayapura, Papua.
Dilaporkan, Kota Jayapura Papua mengalami bencana banjir dan longsor yang terjadi sejak Kamis (6/1/2022) malam.
Berdasarkan informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir melanda sejumlah distrik di Kota Jayapura, seperti Distrik Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura, Heram, dan Muara Tami.
Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), banjir salah satunya dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Jayapura.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan sejumlah faktor yang menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi itu terjadi.
"Suhu muka laut sekitar perairan Papua yang cukup hangat sehingga meningkatkan aktivitas konfektif," kata Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Fachri Radjab dalam keterangan resminya, dikutip dari Antara, Jumat (7/1/2022).
Selain itu, terpantau juga adanya pertumbuhan awan-awan penyebab hujan pada Kamis (6/1/2022) petang hingga Jumat (7/1/2022) pagi.
"Berdasarkan analisis citra satelit, awan-awan yang tumbuh didominasi oleh awan-awan konfektif seperti Cumulus dan Cumulonimbus mulai pukul 19.00-07.00 WIT," jelas dia.
Selain kedua faktor itu, banjir karena hujan deras juga dipicu adanya daerah belokan angin di utara Papua, yakni angin meridional monsoon yang bersifat basah.
Terakhir, kelembaban udara yang relatif sangat basah juga memberi sumbangsih mempengaruhi turunnya hujan dengan intensitas yang tinggi di Jayapura.
Korban jiwa
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Jumat (7/1/2022) menyebut, selain banjir, hujan deras di Jayapura juga menyebabkan terjadinya longsor.
"Selain banjir, guyuran hujan lebat juga memicu terjadinya tanah longsor hingga mengakibatkan 6 orang meninggal dunia," kata Abdul Muhari atau yang biasa disapa Aam kepada Kompas.com.
Keenam korban banjir dan longsor tersebut sudah dievakuasi oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Polda Papua.
Tiga korban banjir sudah diketahui identitasnya dan tiga jasad lainnya masih dalam proses identifikasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Banjir-yang-melanda-wilayah-Jayapura-Papua.jpg)