Travel
Lembah Si Cangkring, Tempat Favorit Berburu Kuliner Jadoel di Sleman
Pasar Lembah Si Cangkring menawarkan sajian kuliner tradisional dengan suasana yang teduh di pinggiran Sungai Krasak.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Lembah Si Cangkring berada di Dusun Jambeyan, Kalurahan Banyurejo, Tempel.
Lokasinya tepat di-pinggir sungai Krasak yang menjadi perbatasan Sleman dan Magelang, Jawa Tengah.
Meski berada di pinggiran, bukan berarti pasar jadoel ini sepi peminat, justru lokasi ini menarik minat pengunjung.
Terbukti, pasar yang terletak 11 kilometer dari pusat Pemkab Sleman ini selalu ramai didatangi pengunjung tiap Sabtu dan Minggu.
Masyarakat, berduyun-duyun datang membawa sanak dan keluarga.
Baca juga: 5 Tempat Kuliner di Yogyakarta dengan Pemandangan Indah yang Wajib Anda Kunjungi
Mereka menikmati sajian kuliner tradisional dengan suasana yang teduh di pinggiran Sungai Krasak.
"Semua makanan yang dijual di pasar ini adalah makanan tradisional. Karena konsep kita memang pasar jadul," kata Ketua Paguyuban Pasar Lembah Si Cangkring, Eko Putro Susilo, berbincang dengan Tribunjogja.com , Sabtu (8/1/2022).
Konsep kuliner jadul itulah yang menjadi magnet bagi pengunjung.
Beragam kuliner jadul tersaji di pasar ini.
Mulai dari Bubur kricak, Megono, Gudeg, Pecel, Jadah tempe, Cucur, Lopis, Gatot, Tiwul, Wajik hingga Nasi Wiwit dengan lauk suwiran ayam.
Di bagian minuman tersedia wedang Bajigur, Dawet, Bandrek, Es jadeol, kopi tubruk, sekoteng, wedang uwuh dan Jahe gula jawa sereh.
Konsep pasar ini sebenarnya cukup sederhana.
Stand pedagang berjejer dan pengunjung bisa menikmati kuliner di tepi sungai yang telah ditata.
Suasananya menyenangkan.
Apalagi harga makanan yang dijual cukup terjangkau.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Lembah-Si-Cangkring-Tempat-Favorit-Berburu-Kuliner-Jadoel-di-Sleman.jpg)