Breaking News:

Berita Klaten Hari Ini

Pedagang Alun-alun Tak Boleh Berjualan Saat Malam Tahun Baru, Polres Klaten Kucurkan Bantuan

Sebanyak 1.000 paket sembako dikucurkan oleh Polres Klaten guna dibagikan kepada seribuan pedagang kecil yang terdampak penutupan Alun-alun

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo saat melepas iring-iringan bantuan 1.000 paket sembako bagi pedagang kecil di Klaten, Jumat (31/12/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebanyak 1.000 paket sembako dikucurkan oleh Polres Klaten guna dibagikan kepada seribuan pedagang kecil yang terdampak penutupan Alun-alun, taman dan lapangan di daerah itu saat malam pergantian tahun baru.

Bantuan paket sembako itu diserahkan secara simbolis oleh Kapolres Klaten AKBP Eko Prasetyo dan jajaran kepada pedagang di Mapolres setempat, Jumat (31/12/2021).

Kapolres menjelaskan bahwa bantuan yang dibagikan merupakan hasil kerjasama Polres Klaten dengan Rajawali Nusantara Group.

Baca juga: Kenaikan Wisatawan di Kulon Progo Hanya 10-15 Persen, Sistem Ganjil Genap Belum Diterapkan

"Sasarannya yaitu masyarakat terutama pedagang kaki lima (PKL) yang mungkin malam ini ada penutupan. Ada imbasnya dengan kegiatan yang kita batasi, kita akan berikan sedikit bantuan," ungkapnya.

Kegiatan bakti sosial diawali dengan simbolis penyerahan bantuan dari Rajawali Nusantara Grup kepada Kapolres Klaten di halaman Mapolres.

Ribuan paket ini kemudian diangkut menggunakan kendaraan dinas polsek jajaran menuju wilayah masing-masing.

Pelepasan kendaraan pengangkut bantuan dilakukan oleh Kapolres Klaten didampingi para pejabat utama Polres, Ketua Bhayangkari Cabang Klaten dan pihak Rajawali Nusantara Grup.

Di wilayah polsek jajaran, penyerahan bantuan akan dipimpin Kapolsek. Sedangkan kegiatan di wilayah Kota dipimpin oleh Kapolres Klaten.

Kapolres berharap dengan paket sembako yang diberikan akan sedikit membantu meringankan beban masyarakat.

"Jadi kita sebar di wilayah Kota terutama untuk wilayah alun-alun. Terus ada yang kita sebar di seluruh wilayah Polsek. Kita kasih dimana di situ yang awalnya pusat perbelanjaan, pusat perdagangan akan kita berikan," ungkapnya.

Sementara itu Budi Utami (57 tahun) salah seorang pedagang makanan yang biasa berjualan di Alun-alun Klaten mengungkapkan penutupan alun-alun pada malam tahun baru menyebabkan penurunan omset penjualan.

Namun demikian ia mendukung langkah pemerintah ini demi keselamatan masyarakat lainnya terkait Covid-19. Ia pun bersyukur mendapatkan bantuan dari Polres Klaten.

Baca juga: Angka Kriminalitas di Klaten Naik 3,29 Persen Sepanjang 2021, Korban Meninggal Kecelakaan Menurun

"Alhamdulillah, disyukuri bantuannya. Kalau ditutup untuk kesehatan bersama ya nggak apa-apa," kata dia.

Pedagang Alun-alun Klaten lainnya, Widodo menyebut jika dirinya mengapresiasi bantuan dari Polres Klaten tersebut.

"Saya jual es potong, biasanya kalau malam tahun baru ini penjualan meningkat. Tapi kemarin dapapt pemberitahuan tidak boleh berjualan, ya saya hanya bisa pasrah," tuturnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved