Gunung Merapi
BPPTKG Ukur Volume Kubah Barat Daya Gunung Merapi Capai 1,65 Juta Meter Kubik
Status Gunung Merapi masih masuk dalam kategori siaga atau berada di Level 3 meski volume Kubah lava terus bertumbuh.
Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Status Gunung Merapi masih masuk dalam kategori siaga atau berada di Level 3 meski volume Kubah lava terus bertumbuh.
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi ( BPPTKG ) turut menyebutkan volume kubah lava gunung tersebut terus tumbuh.
Meski bertumbuh, namun pertumbuhan tersebut masih masuk dalam batas wajar.
Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengungkapkan, saat ini, kubah-kubah yang ada di Gunung Merapi tidak mengalami pertumbuhan signifikan.
Baca juga: Biar Gak Kecele, Daftar Tempat Wisata di Jogja yang Tutup saat Malam Tahun Baru 2022
"Volume kubah barat daya per 24 Desember 2021 sebesar 1,65 juta meter kubik. Volume tersebut untuk Gunung Merapi bukan volume yang 'huge' (sangat besar), ini masih wajarnya Gunung Merapi ," katanya kepada wartawan, Jumat (31/12/2021).
Ia menjelaskan, BPPTKG - PVMBG - Badan Geologi melakukan pengambilan gambar setiap saat dan menganalisis morfologi dua kubah lava yang baru, yakni kubah barat daya dan kubah tengah serta lava-lava lama yang ada disekitar kubah-kubah baru.
Selain morfologi, pihaknya juga menghitung volume kubah lava Gunung Merapi .
Menurutnya, hasil analisis kubah lava tersebut telah disampaikan BPPTKG ke seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat termasuk dalam laporan aktivitas mingguan secara rutin.
“Kami juga sudah merekomendasikan potensi bahaya yang ditetapkan sejak Januari 2021 berdasarkan skenario jika kubah runtuh,” paparnya.
Potensi bahaya saat ini, katanya, berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara-barat daya.
Baca juga: Aturan Baru Naik Kereta Api Per 1 Januari 2022, Wajib Diketahui Calon Penumpang Jelang Tahun Baru
Cakupan potensi sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.
Sedangkan, bila terjadi erupsi eksplosif , lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
"Sampai saat ini, belum ada perubahan parameter yang signifikan di Gunung Merapi . Walaupun demikian, tentunya kita tetap harus meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi Gunung Merapi ," tegas Hanik Humaida . (ard)