Breaking News:

PSIM Yogyakarta

PSIM Yogyakarta Dikepung Klub 'Sultan' di Semifinal, Seto: Sultan Asli Ada di Yogyakarta

Mengantongi 5 poin, PSIM Yogyakarta lolos sebagai runner up Grup Y, dan sudah ditunggu juara Grup X yakni Rans Cilegon FC.

Dok PSIM Yogyakarta
Pelatih PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantoro tampak semringah saat menemui suporter di halaman Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa (16/10). 

TRIBUNJOGJA.COM- Juru taktik PSIM Yogyakarta, Seto Nurdiyantoro santai memberikan tanggapan terkait tiga calon lawan yang bakal dihadapi klub berjuluk Laskar Mataram, seusai memastikan lolos ke babak semifinal, Kamis (23/12/2021) malam.

Seperti diketahui, kemenangan 1-0 atas Sulut United di laga pamungkas Grup Y babak 8 besar cukup bagi PSIM Yogyakarta untuk menyegel 1 tiket ke babak semifinal.

Mengantongi 5 poin, PSIM Yogyakarta lolos sebagai runner up Grup Y, dan sudah ditunggu juara Grup X yakni Rans Cilegon FC, salah satu tim yang memiliki sejumlah pemain top dengan sokongan manajemen yang mumpuni.

Tak cuma itu, dua semifinalis lainnya, Martapura Dewa United dan Persis Solo, juga dipenuhi pemain bintang dengan dana klub yang meyakinkan.

"Ketiga tim itu (Rans Cilegon FC, Persis Solo dan Dewa United) memang punya pemain-pemain berkualitas dengan pendanaan klub yang mumpuni. Tetapi, sultan yang asli ada di Jogja (Sri Sultan)," ujar Seto dalam jumpa pers seusai laga, Kamis malam.

Adapun gol semata wayang yang memastikan Laskar Mataram melaju ke semifinal dicetak gelandang Syarif Wijianto pada menit ke-76 melalui sundulan kepadanya memanfaatkan umpan dari tendangan sudut.

Menurut Seto, kemenangan yang diraih timnya tak lepas dari keberuntungan sebab sejak awal PSIM kurang diuntungkan karena wajib menang di laga terakhir, semetara Sulut minimal mengincar hasil imbang.

"Malam ini kita beruntung bisa memenangkan laga. Ada banyak peluang tapi hanya satu yang tercipta. Apapun itu memang target kami menang malam ini untuk memperlancar ke fase berikutnya, di babak pertama dan kedua menarik dan berimbang," ujarnya.

Seto menyebut sejumlah peluang yang didapat PSIM memang seharusnya dapat berbuah gol, sehingga hal ini akan menjadi catatan baginya di laga semifinal nanti.

"Ada yang perlu dievaluasi, soal jadwal padat dan risiko pemain cedera, ada dua orang yang cukup parah, tapi kita masih tunggu medis Ini pada dasarnya adalah keinginan pemain, mereka ingin mimpinya tercapai.  Kita apresiasi perjuangan ini untuk pemain," ujar Seto.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved