Tes Antigen dan PCR Masih Bisa Deteksi Covid-19 Varian Omicron

Covid-19 varian Omicron masih bisa terdeteksi dengan tes antigen dan PCR, warga DIY dapat melakukan tes di Elvya Medika, Jalan Ring Road Utara No. 55

Penulis: Alifia Nuralita Rezqiana | Editor: MGWR
(DOK. Humas Elvya Medika)
Elvya Medika, tempat tes antigen dan PCR, di Jalan Ring Road Utara Nomor 55, Condong Catur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

TRIBUNJOGJA.COM – Ahli patologi klinik sekaligus Wakil Direktur Pendidikan dan Penelitian Rumah Sakit (RS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Tonang Dwi Ardiyanto mengatakan, virus SARS-CoV-2 varian Omicron masih dapat dideteksi dengan tes antigen dan tes polymerase chain reaction (PCR).

Melalui unggahan di akun Facebook pribadinya, Tonang menyampaikan bahwa virus SARS-CoV-2 memiliki beberapa target untuk dideteksi dalam tes PCR.

Ibaratnya ada paruh, dada, sayap, kaki dan ekor. Target S itu paruhnya. Varian Omicron masih tetap dapat dideteksi bagian dada, sayap, kaki dan ekornya. Bagian paruh, bisa saja lolos kalau semburat merahnya sudah sedemikian banyak. Maka kalau ketemu dada, sayap, kaki, dan ekor, tapi paruhnya lolos, kemungkinan itu varian,” jelas Tonang dalam unggahan di Facebook-nya.

Adapun untuk tes antigen, kata dia, target deteksi adalah bagian bulu dada, bukan paruh seperti pada tes PCR.

Walaupun paruhnya lolos deteksi, masih tetap bisa dikenali dari bulu dadanya,” kata Tonang.

Dengan demikian, lanjut dia, varian Omicron tetap terdeteksi melalui tes antigen maupun PCR.

Perbedaan tes antigen dan PCR

Melansir dari Kompas.com yang merangkum National Public Radio (NPR) Kamis (23/12/2021), terdapat beberapa poin perbedaan antara tes antigen dan PCR.

Perbedaan antara kedua tes deteksi Covid-19 tersebut antara lain jenis sampel yang digunakan, cara kerja, waktu, dan akurasi hasil.

Tes antigen atau swab antigen adalah pemeriksaan Covid-19 menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung atau tenggorokan dengan metode usap atau swab.

Cara kerja tes antigen adalah dengan mendeteksi virus dalam sekresi hidung dan tenggorokan. Identifikasi dilakukan dengan mencari protein dari virus SARS‐CoV‐2.

Adapun waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan hasil tes antigen hanya sekitar sepuluh sampai 15 menit.

Meskipun hasil tes cepat keluar, antigen memiliki akurasi yang lebih rendah daripada tes PCR.

Ruang tunggu di Elvya Medika, tempat tes antigen dan PCR, di Jalan Ring Road Utara Nomor 55, Condong Catur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ruang tunggu di Elvya Medika, tempat tes antigen dan PCR, di Jalan Ring Road Utara Nomor 55, Condong Catur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. ((DOK. Humas Elvya Medika))

Sementara itu, sama seperti tes antigen, tes PCR juga menggunakan sampel lendir yang diambil dari dalam hidung atau tenggorokan dengan metode swab.

Bedanya, tes PCR mampu mencari materi genetik dari virus, termasuk virus SARS‐CoV‐2. Materi ini akan terdeteksi ketika seseorang secara aktif terinfeksi virus.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved