Berita Bantul Hari Ini
Sebanyak 1.000 Personel Siaga Amankan Natal dan Tahun Baru di Bantul
Sebanyak 1.000 personel gabungan TNI-Polri dan sejumlah instansi Pemerintah Kabupaten Bantul disiagakan untuk pengamanan malam Natal 2021
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sebanyak 1.000 personel gabungan TNI-Polri dan sejumlah instansi Pemerintah Kabupaten Bantul disiagakan untuk pengamanan malam Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru).
Kapolres Bantul, AKBP Ihsan mengatakan, pada prinsipnya seluruh kekuatan yang ada di Polres Bantul saat Nataru akan dikerahkan untuk kegiatan pengamanan malam Natal dan Malam Tahun Baru.
Ini merupakan bentuk antisipasi terjadinya aksi kriminalitas dan kerumunan yang berpotensi menjadi tempat penyebaran Covid-19.
Baca juga: Satgas Covid-19 Kulon Progo Pastikan Peribadatan Natal di Gereja Terapkan Prokes
"Akan ada 1.000 personel yang akan melaksanakan pengamanan saat malam Natal dan Malam Tahun Baru yang merupakan gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, Dishub hingga relawan," ujar Kapolres seusai menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Progo 2021, di halaman Mapolres Bantul, Kamis (23/12/2021).
Ihsan menyatakan untuk pengamanan Natal pada 24 dan 25 Desember akan dilakukan secara terbuka yakni mengerahkan personel berseragam di setiap gereja dan pengamanan tertutup yang melibatkan intelijen dan reserse.
Selain itu ada pula tim patroli yang disiagakan untuk berkeliling menyambangi tempat ibadah.
"Ini dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat kristiani untuk melaksanakan ibadah," imbuhnya.
Tim patroli ini juga bertugas untuk mengingatkan masyarakat agar tidak berkerumun sehingga dapat menekan potensi penularan Covid-19.
Dalam kesempatan itu Kapolres Bantul juga memaparkan bahwa pihaknya juga telah mendirikan tiga pos pengamanan dan tiga pos pelayanan.
Tiga pos pengamanan akan didirikan di Jalan Srandakan atau perbatasan Bantul-Kulon Progo, Jalan Wonosari atau di simpang tiga Piyungan dan Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Pantai Parangtritis.
Sedangkan untuk pos pemantauan akan didirikan di Jalan Wates Sedayu, di kawasan objek wisata Mangunan Dlingo, dan Pantai Samas.
Baca juga: Hiswana DIY Siap Mengganti Premium dengan Pertalite Pada 2022
Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan bahwa salah satu yang harus diwaspadai selama Nataru ini virus Covid-19 varian Omicron.
Maka dari itu, pihaknya akan memberlakukan pembatasan kapasitas di tempat-tempat yang berpotensi timbulnya kerumunan.
Pemerintah tidak menutup objek wisata, namun demikian pemerintah akan mengendalikan pandemi Covid-19 ini dengan pembatasan-pembatasan di lapangan, di antaranya rekayasa lalu lintas, pengaturan ganjil genap, dan pantauan tempat-tempat umum lainnya yang terdapat kerumunan akan dibubarkan.
"Meski objek wisata tetap akan dibuka namun pengetatan-ngetatan akan dilakukan terhadap kegiatan yang menimbulkan masa banyak. Jika memang berbahaya ya harus dibubarkan," tandasnya. (nto)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-bantul_20180731_185700.jpg)