Liga 3 DIY
Final Liga 3 DIY - Mataram Utama vs Sleman United: Hakim Garis Dipukul dan Diinjak hingga Terjatuh
Tensi pertandingan kian memanas jelang akhir laga, ketika pemain senior Sleman United, M Solechudin memukul beberapa pemain Mataram Utama.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Joko Widiyarso
TRIBUNJOGJA.COM- Insiden yang mencederai sportivitas dan fair play dalam sepak bola terjadi di partai final Liga 3 DI Yogyakarta yang mempertemukan Mataram Utama vs Sleman United di Stadion Tridadi, Sleman, Rabu (22/12/2021) sore.
Linesman atau hakim garis yang bertugas pada pertandingan tersebut menjadi bulan-bulanan dari official Sleman United serta beberapa tamu undangan yang menyaksikan di tribun tertutup, dipukul, diinjak, hingga terjatuh, saat hendak menuju ruang ganti seusai pertandingan berakhir.
Adapun protes dari kubu Sleman United bermula saat wasit Ikhsan Prasetya Jati memberikan kartu kuning kedua kepada penjaga gawang Sleman United, Firdaus Marga, lantaran untuk kali kedua melakukan kesalahan menendang bola tendangan kiper dari luar kotak penalti.
Walhasil, Sleman United harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain pada menit ke-79.
Tensi pertandingan kian memanas jelang akhir laga, ketika pemain senior Sleman United, M Solechudin memukul beberapa pemain Mataram Utama serta melakukan gerakan tangan yang mengenai bagian mata wasit Ikhsan Prasetya Jati.
Cukup lama laga harus terhenti akibat insiden tersebut, hingga akhirnya Ikhsan Prasetyo Jati tidak dapat melanjutkan kepemimpinan di atas lapangan dan digantikan wasit cadangan Bagus Kurniawan.
Laga kembali dilanjutkan, Sleman United harus bermain dengan sembilan pemain lantaran Solechudin dihukum kartu merah.
"Penegakan disiplin harus dilakukan, kita tunggu keputusan dari Komisi Disiplin," tegas Ketua Asprov PSSI DIY, Ahmad Syauqi Soeratno, menanggapi insiden yang mencoreng sportivitas serta fair play di final Liga 3 DIY.
Jalannya Pertandingan
Mataram Utama tampil sebagai juara Liga 3 DIY sekaligus berhak mewakili DIY ke Liga 3 Nasional usai mengandaskan perlawanan Sleman United dengan skor 3-1.
Padahal Mataram Utama tertinggal lewat gol Agus Prasetyo (16'), sebelum melesakkan tiga gol balasan yang masing-masing dicetak Idris Mualif (68'), Aruna Brama Siwi (83'), dan Harry Kusuma Silaban (90+5').
Sleman United membuka keunggulan lewat kapten tim Agus Prasetyo, memanfaatkan umpan tendangan bebas dari Maezar Rizaldy Pratama.
Berdasar statistik pertandingan, Sleman United lebih dominan di babak pertama. Unggul penguasaan bola sebesar 57 persen, dan tercatat melakukan tiga shoot on target, dan 2 shoot off target.
Sedangkan Mataram Utama yang tertinggal bukan tanpa peluang, sebab mereka tercatat melakukan dua shoot on target, dan empat shoot off target.
Usai turun minum, Mataram Utama berhasil menyamakan kedudukan lewat sepakan keras Idris Mualif dari sisi kanan pertahanan Sleman United tepatnya menit ke-68.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Final-Liga-3-DIY-Tercoreng-Hakim-Garis-Jadi-Bulan-bulanan-Dipukul-Hingga-Diinjak.jpg)