Jenis-jenis Masker yang Efektif dan Tepat untuk Mencegah Varian Omicron

Saat ini, ada banyak bentuk masker yang beredar di pasaran. Mulai dari masker kain, masker medis, maske KN 95, KF94, N95, dan sejenisnya.

Penulis: Tribun Jogja | Editor: Rina Eviana
AFP
Orang-orang memakai masker wajah saat penyanyi pop Jerman Tim Bendzko tampil di panggung,di Arena, Leipzig, Jerman timur, Sabtu (22/8/2020) 

Tribunjogja.com - Varian Omicorn pertama kali muncul pada awal bulan November di Afrika, yang kemudian menyebar ke sebagian besar Eropa dan Amerika Serikat.

Varian omicron, yang juga dikenal sebagai varian B.1.1.529, dianggap lebih berbahaya daripada variannya sebelumnya.

Bahkan, varian Omicron kemungkinan besar akan menyebar dengan cepat.

Ilustrasi varian Omicron
Ilustrasi varian Omicron (SHUTTERSTOCK/natatravel)

Varian Omicorn kini telah memasuki Indonesia. Berdasarkan update terbaru Kompas.com (20/12), kasus infesi varian Omicorn di Indonesia telah mencapai 3 kasus.

Bagaimana cara mencegah infeksi varian Omicorn?

Cara mencegah varian Omicorn sebenarnya sama saja dengan mencegah infeksi virus Corona pada umumnya. 

Anda perlu menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, melakukan physical distancing, dan rutin mencuci tangan.

Jika Anda memenuhi syarat vaksin, Anda juga harus melakukan vaksinasi lengkap. Sayangnya, akhir-akhir ini banyak orang mulai mengabaikan pemakaian masker. Padahal, pemakaian masker ini menjadi hal vital untuk mencegah infeksi virus Corona, termasuk varian Omicorn.

Baca juga: Jurus Cegah Penyebaran Varian Omicron Menurut Pakar WHO

Masker untuk mencegah varian Omicorn

Saat ini, ada banyak bentuk masker yang beredar di pasaran. Mulai dari masker kain, masker medis, maske KN 95, KF94, N95, dan sejenisnya.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS juga menyatakan bahwa masker yang efektif untuk mencegah virus Corona, termasuk varian Omicorn, harus memiliki kriteria berikut: terdiri minimal dua lapis lekukan masker sesuai dengan bentuk hidung dan mulut pas di wajah dan tidak ada celah saat dipakai terdapat kawat di bagian hidung untuk mencegah masuknya udara luar dari bagian atas masker.

Selain itu, masker yang And apilih juga harus nyaman dipakai dan mampu menyerap keringat. Jika Anda menggunakan masker kain, jangan gunakan masker yang terlalu tipis.

Pilih masker yang memiliki beberapa lapisan dan pas di wajah Anda.

Anda juga bisa memakai masker kain bersamaan dengan masker medis. Ahli penyakit menular Thomas Russo mengatakan masker medis mampu memberikan perlindungan terbaik dari virus Corona.

Namun, Anda harus memilih masker yang memudahkan Anda untuk bernapas dan tidak ada celah atau lubang saat Anda memakainya. Baca juga: Dyspraxia (Gangguan Koordinasi Perkembangan) Masker KF94 dan N95 sangat ideal untuk mencegah paparan virus Corona, termasuk varian Omicorn.

Jenis masker tersebut juga bisa Anda gunakan hingga 40 jam lamanya.Namun, masker tersebut sangat ketat dan tidak nyaman di pakai. Apapun jenis masker yang Anda pilih, pastikan masker tersebut nyaman dipakai dan pas di wajah Anda agar tidak ada celah yang memungkinkan virus atau bakteri masuk. (*)

 

 

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved