Serie A

AC MILAN: Gara-gara Pemain Ini Absen, Performa Rossoneri Anjlok

Legenda AC Milan Massimo Ambrosini menyoroti absennya Ante Rebic yang sangat berpengaruh bagi permainan tim.

Tayang:
Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Tiziana FABI / AFP
Ante Rebic dan Rick Karsdorp di Liga Italia Serie A AS Roma vs AC Milan pada 28 Februari 2021 

TRIBUNJOGJA.COM - Performa mengecewakan AC Milan akhir-akhir ini karena dipicu badai cedera yang mendera Rossoneri.

Namun absennya beberapa pilar AC Milan disebut sebagai penyebab utama menurunnya permainan pasukan Stefano Pioli.

Adalah Ante Rebic, pemain yang dianggap paling mempengaruhi hasil buruk tim Merah-Hitam.

Baca juga: INTER MILAN: Performa Meroket Nerazzurri, dari Tertinggal 10 Poin hingga Puncaki Liga Italia

Musim ini, Rebic telah absen dalam 16 pertandingan untuk AC Milan dan setidaknya diprediksi akan bertambah dua laga lagi.

Dengan kata lain, pemain bernomor punggung 12 adalah pemian kunci yang mungkin tidak banyak disadari oleh banyak penggemar AC Milan.

Ante Rebic dan Kalidou Koulibaly di Liga Italia Serie A AC Milan vs Napoli pada 14 Maret 2021 di stadion San Siro di Milan.
Ante Rebic dan Kalidou Koulibaly di Liga Italia Serie A AC Milan vs Napoli pada 14 Maret 2021 di stadion San Siro di Milan. (MIGUEL MEDINA / AFP)

Pemain Kroasia itu bisa dibilang sebagai pemain serba bisa, karena dapat mengisi posisi winger kiri atau penyerang sayap kiri yang menjadi spesialisasinya dan peran striker tengah atau penyerang murni.

Legenda AC Milan Massimo Ambrosini menyoroti absennya Ante Rebic yang sangat berpengaruh bagi permainan tim.

Mantan gelandang Rossoneri itu juga mengkritik duo penyerang yang menurutnya hanya membuat sedikit dampak bagi AC Milan.

Baca juga: Jadwal TV Piala Liga Inggris Malam Ini Siaran Langsung Arsenal vs Sunderland

Bagi Ambrosinim peran Ante Rebic tidak dapat digantikan pemain lain dalam skuad tim Merah-Hitam saat ini, hingga membuat AC Milan sangat kehilangan.

Ambrosini adalah orang yang tahu apa yang harus dibangun untuk menang setelah dia menghabiskan 18 tahun karirnya bersama Rossoneri.

Ia berhasil memenangkan 12 gelar dan dia menjadi kapten AC Milan dari 2009 hingga 2013 setelah pensiunnya Paolo Maldini.

Zlatan Ibrahimovic dan Massimo Ambrosini
Zlatan Ibrahimovic dan Massimo Ambrosini (Sempremilan)

Mantan pemain tim nasional Italia itu juga merupakan anggota Hall of Fame klub juga karena jasanya yang luar biasa untuk Rossoneri.

Saat ini, AC Milan adalah tim yang sama sekali berbeda dibandingkan dengan mereka di awal musim, yang mampu mencetak banyak gol per pertandingan dan selalu terlihat berbahaya.

Ambrosini berbicara kepada DAZN via MilanNews setelah laga AC Milan vs Napoli dan dia menyoroti keyakinannya bahwa klub lamanya bermasalah di lini serang karena absennya Rebic.

“(Brahim) Diaz hanya memberikan peran yang kecil, (Junior) Messias juga membuat dampak kecil,” katanya dikutip Tribun Jogja dari SempreMilan.

Baca juga: BURSA Transfer: Inilah Striker Brasil yang Dikaitkan dengan Barcelona, Arsenal dan AC Milan

Jadwal padat -meski telah gagal ke Liga Chamoions- juga dianggap menjadi faktor lain yang memicu penurunan performa pasukan Stefano Pioli akhir-akhir ini.

“Tim ini telah menghabiskan banyak mental. Kelelahan fisik dapat menjadi penyebab kelelahan mental.

Menurutnya, banyak orang yang melihat Rebic adalah pemain biasa dalam skuad, tetapi ia melihat dari sisi lain yang tidak banyak diketahui orang.

“Absennya Rebic dianggap remeh. Dia memberikan alternatif di semua peran (dalam serangan),” katanya.

Seperti Gennaro Gattuso

Andrea Pirlo dan Gennaro Gattuso saat membela AC Milan
Andrea Pirlo dan Gennaro Gattuso saat membela AC Milan (Gianlucadimarzio.com)

Sementara itu berbicara kepada Sky Italia via MilanNews, jurnalis Luca Serafini ditanya tentang masalah badai cedera yang harus dihadapi AC Milan.

Selain Simon Kjaer, dia menyebut bahwa absennya Ante Rebic adalah kerugian besar bagi Rossoneri.

“Ini bukan hanya soal Kjaer, tapi juga Rebic. Rebic bisa bermain bertahan bersama Leao dan Saelemaekers,” katanya.

Menurutnya, tenaga fisik Rebic tidak ubahnya seperti legenda hidup AC Milan, Gennaro Gattuso.

Baca juga: AC MILAN: Paolo Maldini Punya 2 Cara untuk Selesaikan Transfer Sven Botman

“Dia seperti Gattuso, dia mengganggu setiap bek. Sedemikian rupa sehingga pada awal musim, Milan kebobolan beberapa tembakan ke gawang.

“Tanpa Rebic, dengan Giroud atau Ibrahimovic, AC Milan masih bisa mencetak gol tetapi mereka lebih kesulitan.

Tipe permainan Rebic dianggap lebih efektif dan berpengaruh besar bagi pertahanan sekaligus serangan AC Milan.

“Ibra tidak menekan (pemain lawan) seperti Rebic, permainan lebih didasarkan pada kemampuannya (Ibra) menerima bola, tetapi kemudian jika gagal lawan bisa menyerang lagi,” katanya.

Rebic diharapkan akan segera kembali ke lapangan untuk membantu pasukan Stefano Pioli pada awal 2022.

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
Live
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved