Breaking News:

PSS Sleman

Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic Tegaskan Kontraknya di PSS Sleman Masih Sampai 2023

Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic menegaskan kalau kontraknya sebagai pelatih tim berjuluk Super Elang Jawa baru akan berakhir pada tahun 2023.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Dok PSS Sleman
Dejan Antonic 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pelatih PSS Sleman, Dejan Antonic menegaskan kalau kontraknya sebagai pelatih tim berjuluk Super Elang Jawa baru akan berakhir pada tahun 2023 mendatang.

Ia menampik jika kontraknya berakhir pada 31 Desember 2021 nanti, ia juga berani mengatakan kalau saat ini memegang salinan kontraknya sebagai pelatih hingga dua tahun mendatang.

Namun saat diminta Tribunjogja.com, Selasa (14/12/2021) untuk menunjukkan bukti dari salinan kontraknya, Dejan menolak dengan alasan privasi, dan hanya manajemen PSS Sleman yang boleh melihat salinan kontrak tersebut.

"Saya pegang kontrak itu, dan di sana tertulis sampai 2023. Tapi saya tidak bisa kasih lihat di sini, karena ini privasi. Dan yang pasti tidak mungkin saya bohong, tidak mungkin saya bicara ada kontrak selama dua kalau tidak ada buktinya," katanya.

Baca juga: Dirut PT PSS Bicarakan Asisten Pelatih untuk Dejan Antonic

Sementara itu tuntutan Sleman fans kepada manajemen PSS Sleman untuk memecat Dejan Antonic dari kursi pelatih PSS Sleman masih terus ditekankan jelang putaran kedua BRI Liga 1 2021.

Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada (PSS), Andywardhana Putra menjelaskan kalau saat ini pihaknya sedang berupaya menyelesaikan suatu masalah yang terjadi di internal tim.

Masalah tersebut rupaya saat ini perihal kontrak dari pelatih asal Serbia itu yang diklaim masih rancu.

Dikatakan Andy, pihak manajemen memiliki satu dokumen kontrak kerja Dejan yang berakhir sampai 31 Desember 2021.

Akan tetapi Dejan mengaku memiliki kontrak hingga jangka dua tahun ke depan.

Baca juga: Dirut PT PSS Beberkan Alasan Dejan Antonic Masih Dipertahankan di PSS Sleman

Untuk itu Andy akan mempelajari perihal legal dari kontrak tersebut supaya dapat mengambil tindakan ke depan.

"Kita ada pertimbangan di aspe legalnya. Jelas kita harus hati-hati mengambil keputusan ini, yang kita tahu di kantor ada kontrak sampai 31 Desember 2021, tapi dia bilang masih kontrak dua tahun. Nah dari sini manajemen ingin perbaiki secara keseluruhan, jangan sampai lepas koordinasi," ujar Andy.

Menurut sumber Tribun Jogja katakan, sebelumnya ada beberapa orang karyawan di manajemen PSS Sleman yang memiliki kontrak serupa, sehingga manajemen harus membayar gaji karyawan tersebut padahal sudah dalam status bukan lagi karyawan di PSS Sleman.

Hal ini muncul lantaran pada saat tersebut kontrak dari orang yang dimaksud baru diketahui masih memiliki masa kontrak.( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved