Breaking News:

KONI DIY Gelar Pelatihan Bagi Pelatih Non Puslatda PON XX Papua

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DI Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan bagi 64 pelatih non Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda)

TRIBUNJOGJA.COM/ Taufiq Syarifudin
Suasana pelatihan untuk non pelatih Puslatda PON XX Papua di Kantor KONI DIY, Rabu (8/12/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DI Yogyakarta menyelenggarakan pelatihan bagi 64 pelatih non Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua sebagai upaya meningkatkan kualitas kompetensi kepelatihan.

Agenda yang digelar di Kantor KONI DIY, Rabu (8/12/2021) itu diikuti oleh total 64 pelatih.

Para peserta tersebut terdiri dari dari 32 Pengurus Daerah (Pengda) cabang olahraga di DIY.

Mereka mendapat materi dari empat pembicara yang ahli di bidang masing-masing.

Baca juga: Tingkatkan Layanan Pendidikan, UII Tambah Dua Prodi Baru Jenjang Magister dan Doktoral

Keempat pembicara itu adalah Mansur, Hariyanto, Agung Nugroho, Sri Rejeki, dan Sumaryanti. 

Mansur menyampaikan materi peningkatan kondisi, pengembangan mental, dan daya nalar kreatif mulai dari dalam dan luar organisasi.

Kemudian Sri Rejeki memaparkan materi teknologi informasi digital. Semenyata Hariyanto mengkaji ketangguhan mental atlet dari aspek psikologi dan diakhiri oleh materi manajemen kepelatihan dari Agung Nugroho. 

Menurut ketua acara yang diberi tajuk “Pelatihan Mental Toughness dan Pembangunan SDM Pelatih”, Sumaryanti jika tujuan event ini bukan hanya untuk menambah wawasan soal teknis kepelatihan.

“Tujuan lainnya menambah pemahaman tentang manajemen kepelatihan dan integrasi data, menyesuaikan dengan kecepatan teknologi,” kata Sumaryanti.

Baca juga: DLH Kota Yogyakarta Minta Masker Bekas Untuk Dirusak dan Dicuci Sebelum Dibuang

Sekretaris Umum (Sekum) KONI DIY, Teguh Raharjo menambahkan kalau tiap pelatih harus dapat beradaptasi dengan teknologi dengan cepat. 

“Karena kami ingin ke depan, tahun 2022 lebih baik. Kita tidak boleh lembek, regeneris pelatih harus jalan, dan pekan terhadap zaman,” ujar Teguh. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved