Bupati Sri Mulyani Mutasi Sekda Klaten jadi Staf Ahli

Gerbong mutasi di Pemerintahan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah masih berlanjut. Kali ini, Bupati Klaten Sri Mulyani melakukan mutasi pada Jaka Sawaldi

Tayang:
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Bupati Klaten Sri Mulyani 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Gerbong mutasi di Pemerintahan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah masih berlanjut.

Kali ini, Bupati Klaten Sri Mulyani melakukan mutasi pada Jaka Sawaldi yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Klaten.

Kini, Jaka Sawaldi menempati posisi sebagai Staf Ahli Bupati Klaten Bidang Ekonomi dan Pembangunan.

Selanjutnya, jabatan Sekda Klaten untuk sementara diemban oleh Pelaksana Harian (Plh) Ronny Roekmito.

Ronny Roekmito juga tercatat menjabat sebagai Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten.

Baca juga: Puluhan Tabung Gas Dicuri, Pemilik Kios di Karangmojo Gunungkidul Rugi Belasan Juta

"Iya benar kemarin siang proses pergantian. Pak Jaka Sawaldi yang sebelumnya menjabat Sekda Klaten dimutasi ibu Bupati jadi Staff Ahli," ujar Sekretaris Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Klaten, Slamet saat dihubungi TribunJogja.com, Rabu (8/12/2021) sore.

Menurut Slamet, serah terima jabatan (sertijab) tersebut dilaksanakan di ruang rapat B2 Setda Klaten, Selasa (7/12/2021) sekitar pukul 13.30 WIB.

Pada sertijab itu dihadiri oleh sejumlah pejabat yang bertugas di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Klaten.

Menurut Slamet, proses pergantian Sekda Klaten telah dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Apalagi, proses pergantian juga merujuk kepada Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Khususnya pada Pasal 117 yang menyatakan bahwa jabatan pimpinan tinggi (JPT) hanya dapat diduduki paling lama lima tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan pencapaian kinerja.

"Pergantian itu sesuatu yang biasa. Pak sekda sepuh kan sudah 6,5 tahun menjabat sebagai sekda. Jadi ibu Bupati sudah mengajukan izin ke KASN untuk melakukan pergantian," ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Klaten Sri Mulyani melakukan mutasi pada pejabat eselon II, III dan IV di lingkungan Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Klaten.

Pada mutasi itu, terdapat 18 pejabat yang mengikuti mutasi yakni, 4 orang pejabat eselon II, kemudian 6 orang pejabat eselon III dan 8 orang eselon IV.

Adapun pejabat eselon 2 yang kena mutasi yakni, Sip Anwar yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten menempati posisi Staf Ahli Bupati Klaten Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Kemudian jabatan Kepala BPBD Klaten yang baru dijabat oleh Sri Winoto yang sebelumnya menjabat Asisten III Setda Klaten dan Plt Kepala Disdukcapil Klaten.

Kemudian, jabatan Asisten III Setda Klaten diisi oleh Surti Hartini yang sebelumnya menjabat Kepala Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Klaten.

Seterusnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Klaten, Tajudin Akbar dilantik menjadi Asisten II Setda Klaten.

Selain 4 orang pejabat eselon II tersebut, mutasi juga menyasar sejumlah jabatan eselon III dan IV di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) dan Inspektorat Kabupaten Klaten.

Adapun pelaksanaan pengambilan sumpah dan janji jabatan dilakukan di Pendapa Pemkab Klaten, Senin (6/12/2021).

Bupati Klaten Sri Mulyani mengatakan mutasi yang dilakukan pada kali ini telah melewati tahap demi tahapan yang berlaku.

Baca juga: PPKM Level 3 Natal dan Tahun Baru Dibatalkan, Aktivitas di Gunungkidul Tetap Akan Diperketat

Mutasi jabatan sendiri dilakukan guna adanya penyegaran di beberapa posisi agar pelayanan kepada masyarakat semakin maksimal.

"Pelantikan hari ini sudah sesuai aturan dan tidak ada masalah. Nilainya besok dilihat saja. Intinya semua tidak ada masalah dan ini merupakan hal biasa," ujar Mulyani saat TribunJogja.com temui di seusai pelantikan sejumlah pejabat tersebut.

Mulyani pun berharap dengan adanya pergeseran posisi dibeberapa jabatan, tentu masyarakat diharapkan semakin bisa mendapatkan dampak positifnya.

"Saya percaya Pak Winoto karena dulu pernah di BPBD dan saya rasa cukup mumpuni lah disitu. Pak Sip Anwar juga begitu. Harapan saya ini semakin solid, kompak dan mendengarkan aspirasi dari bawah. BPBD semakin responsif," paparnya. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved