Breaking News:

Bupati Bantul Akan Kirim Alat Masak & Tempat Tidur bagi Ibu Pemuda yang Jual Perabot Ortu demi Pacar

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih berkomunikasi dengan Paliyem, Ibu dari pemuda di Pundong Bantul yang telah menjual perabotan rumah

Editor: Yoseph Hary W
Dok Humas Pemkab Bantul via kompas.com
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih Saat Mengunjungi Paliyem warga Kapanewon Pundong 

TRIBUNJOGJA.COM - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih akan fokus pada pengembalian perekonomian Paliyem setelah perabotan dijual anaknya. Satu di antaranya adalah dengan mengirimkan peralatan memasak hingga tempat tidur untuk ibu dari pemuda yang telah menjual perabotan rumah tersebut.

Selain itu, Bupati juga berharap ibu tersebut akan mencabut laporannya kepada polisi. Namun Paliyem, Ibu dari pemuda di Pundong Bantul yang telah menjual perabotan rumah tangga milik orangtuanya, masih tidak bersedia mencabut laporannya kepada polisi.

DRS (24) warga Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul yang menjual perabot rumah milik orang termasuk genting ditahan polisi
DRS (24) warga Kapanewon Pundong, Kabupaten Bantul yang menjual perabot rumah milik orang termasuk genting ditahan polisi (Kolase | Santo Ari | Dok Polsek)

Bahkan setelah Bupati Bantul Abdul Halim Muslih berkomunikasi dengan Paliyem, ibu tersebut tetap belum bisa melakukan pencabutan laporan tersebut.

Ibu tersebut sebenarnya telah memaafkan anaknya, DRS, yang telah menjual perabotan rumah tangga. Namun, Paliyem tetap tidak akan mencabut laporannya kepada Polisi.

"Saya mencoba untuk mengelaborasi pandangan Bu Paliyem ini, dan dia masih belum bisa (mencabut laporan polisi)," kata Halim, dalam keterangannya, Selasa (7/12/2021) petang, dikutip Tribun Jogja dari laman kompas.com.

Menurut Halim, Paliyem sudah memaafkan DRS, tetapi untuk laporan polisi tetap tidak akan dicabut karena tak ingin kejadian serupa terjadi lagi.

"Cobalah ini kita ikuti alur proses hukum seperti apa dulu sembari melihat perkembangan Mas Dwi (DRS) ini psikologinya bagaimana, kemudian sikapnya ini berubah atau tidak," kata Halim.

Politisi PKB ini berharap jika nantinya ada perubahan perilaku DRS setelah mendekam di tahanan, Paliyem mencabut laporan ini karena DRS anak satu-satunya.

Halim sempat mengajak Paliyem mengingat saat membesarkan DRS, agar merubah sikapnya. Tetapi, hal itu tetap diserahkan kepada pribadi Paliyem terkait masalah hukum.

"Kalau kita yakin ada perubahan yang signifikan ya kita mohonlah kepada Bu Paliyem untuk mencabut laporan. Jarang kan ada orangtua menuntut secara hukum anaknya, apalagi hubungan orangtua dan anaknya itu selamanya, dan itu tidak boleh putus," ucap Halim.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved